Patra Jasa Targetkan Kenaikan Bisnis 25% Tahun 2019

PT Patra Jasa, salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 25% pada tahun 2019 ini.

Di tahun 2018, perusahaan yang berdiri pada 1975 tersebut berhasil mencetak laba sebesar Rp200 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp117 miliar. Sementara pada 2017, pendapatan perseroan Rp908 miliar, naik dari tahun 2016 sebesar Rp584 miliar. Tahun 2015, pendapataan perseroan Rp451 miliar.

Total aset tahun 2017 tercatat Rp3 triliun, tahun 2016 sebesar Rp1 triliun dan pada 2015 sebesar Rp837 miliar. Tahun 2021, manajemen menargetkan capaian aset Rp7 triliun. Pencapaian ini diyakini merupakan hasil dari transformasi bisnis yang sedang dilakukan sejak 2014 lalu. Perseroan tidak lagi hanya berfokus pada bidang hospitality, tetapi juga berkembang ke sektor property development dan multi services.

Di bidang property development, perusahaan kini tengah mengelola perkantoran dan perumahan untuk disewakan. Selain itu, mengembangkan properti untuk dijual seperti Patra Land Puri Jayasri Housing Complex di Serpong, Patra Land Urbano Apartment Bekasi, Patra Land Amarta Apartment Yogyakarta, dan Patra Park Cirebon.

Sementara di bidang multi services, perusahaan juga menyediakan jasa pengoperasian, pemeliharaan dan kebersihan bagi fasilitas milik pihak ketiga, termasuk pengelolaan sumber daya manusia. Tercatat ada sekitar 2.262 unit kendaraan yang disewakan, 25 pengelolaan gedung, dan 1 pengembangan F&B retail.

Bidang hotel and resort, saat ini Patra Jasa tengah mengoperasikan 6 hotel di Indonesia dengan tingkat okupansi sebesar 64% yakni, The Patra Bali Resort and Villas, Patra Semarang Hotel & Convention, Patra Comfort Jakarta, Patra Comfort Anyer, Patra Comfort Bandung, dan Patra Comfort Parapat. “Hospitality berkontribusi sebanyak 40% dari keseluruhan pendapatan kami. Otomatis menjadi backbone perusahaan,” ujar Ferry.

Ke depan, perusahaan yang telah beroperasi selama 43 tahun ini akan menambah 4 hotel antara lain di kota Cirebon, Yogjakarta, Puncak Bogor, dan Dumai.

Ferry mengatakan, tahun 2019 iphaknya memiliki dua program prioritas, yakni pembukaan hotel di Cirebon dan renovasi hotel Patra Comfort Jakarta. “Untuk hotel di Cirebon, rencananya akan dibuka pada Februari mendatang dengan 169 kamar. Selain itu, kami juga akan membangun convention hall dan hotel terbesar di dekat New Yogyakarta International Airport, serta akan membangun office building di kawasan Simprug dan Graha Pertamina Gambir,” kata dia.

Sampai saat ini pihaknya mengakui akan memulai konstruksi sebanyak dua tower yang nantinya akan disewakan pada Pertamina. Pengerjan ini ditargetkan akan selesai dalam waktu jangka waktu 15 bulan.

Ferry menambahkan, di tahun yang sama, pihaknya akan melakukan terobosan bisnis, yakni dengan pembukaan hotel di Mekkah dengan sistem long leasing atau sewa panjang dalam jangka waktu 30 tahun dengan harga sewa sebesar Rp40 miliar-50 miliar per tahun.

Menurut Ferry,sampai saat ini masih dalam tahap pencarian hotel yang cocok bagi perkembangan bisnis di Tanah Suci itu. “Saat ini ada 18 hotel yang sedang kami pilih. Masih dihitung-hitung apakah akan buka 1 atau 2 hotel karena pertimbangannya adalah kapasitas. Pada umumnya hotel yang dekat Masjidil Haram berkapasitas 500 kamar, sementara yang 5 Km dari Masjidil Haram sebanyak 1.000 kamar. Nah, kami masih dalam proses menghitung dan memilih, belum ditentukan," dia menegaskan.

Adapun pertimbangan sistem long leasing atau sewa panjang, menurutnya, adalah karena sulitnya izin kepemilikan lahan di Mekah, dan rumit serta lamanya proses pembangunan dari awal. Selain itu, dia juga menegaskan PT Patra Jasa akan memegang saham mayoritas sebesar 60%.

Lebih jauh, Ferry mengungkapkan, untuk rencana pengembangan bisnis property development, perseroan akan fokus dalam pengembangan lahan milik Pertamina. Saat ini tercatat ada 10 titik lahan yang siap digarap diantaranya di Surabaya, Jakarta, dan Jogjakarta yang rata-rata seluas 3-5 hektar.

“Kami belum bisa merilis akan dibangun apa saja lahan-lahan tersebut. Karena kami harus menunggu hasil studi dari konsultan untuk mengetahui cocoknya dibangun apa. Tapi yang jelas kami juga akan melakukan sinergi dengan BUMN untuk pengembangan areal ini. kami akan menggandeng Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Adi Karya dan lainnya,” ujarnya menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)