Pembangunan Infrastruktur Asia Pasifik Butuh Dana Minimal US$ 60 Miliar

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan Asia Pasifik dalam satu dasawarsa ke depan, diperkirakan membutuhkan dana lebih dari US$ 60 miliar tiap tahunnya. Hal ini dipaparkan dalam sambutan pembukaan di Asia Pasific Ministers & Regional Governors Conference on Sustainable and Inclusive Infrastructure Development 2012 (APM & RGC 2012) dan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 (IICE 2012) yang diselenggarakan selama tiga hari, pada Selasa (28/8) ini hingga 30 Agustus 2012 mendatang di Jakarta Convention Center.

Menurutnya, kawasan Asia Pasifik merupakan mesin pertumbuhan global dan sebagai mesin pertumbuhan global, dalam tiga dasawarsa terakhir banyak negara di kawasan ini yang menghadapi persoalan dan tantangan dalam bidang infrastruktur. “Tantangan ini mendesak dijawab mengingat kawasan ini menjadi mesin pertumbuhan global,” tambahnya.

Kawasan Asia Pasifik, lanjutnya, diproyeksikan akan mengalami perkembangan lebih pesat dibanding kawasan lainnya. “Pada 2012 pertumbuhan ekonomi di kawasan ini diperkirakan akan mencapai 4,3%. Sementara pada 2013 diperkirakan akan mencapai 4,7%,” katanya. Maka, lanjut Yudhoyono, potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik di tengah perlambatan ekonomi global, harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur.

Bagi Indonesia, tambah Yudhoyono, selain merupakan pilar utama pembangunan ekonomi dan komponen penting bagi pertumbuhan berkelanjutan dan berkeadilan, pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama karena juga merupakan bagian dari konektivitas antar daerah. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)