Pembiayaan BNI Syariah Hindari Sektor Usaha Impor

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah dalam mengucurkan kredit selama ini selalu menghindari sektor usaha yang punya konten impor tinggi. Strategi ini lah yang membuat BNI Syariah selamat saat kurs Rupiah melemah tajam terhadap Dolar AS.

bni-syariah-500x281Kondisi melemahnya Rupiah juga tak membuat BNI Syariah merubah target laba tahun ini yang mencapai Rp 110 miliar. Hingga akhir Juli 2013 realisasi laba mencapai Rp 65 miliar atau tumbuh 39% dibanding laba per akhir Juli 2012.

“Melemahnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS seperti yang terjadi belakangan ini tidak akan banyak berdampak kepada BNI Syariah. Sektor yang akan kena dampak besar adalah yang punya konten impor tinggi. Ini dari awal kami hindari,” kata Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam Teguh Saptono.

Menurutnya, pembiayaan yang terkait dengan valuta asing kurang dari 5% sehingga dampak pelemahan kurs kurang signifikan.Selain itu debitur dengan pembiayaan valuta asing juga disyaratkan memiliki dana dalam bentuk valas.

Untuk menekan dampak ketidakpastian ekonomi, BNI Syariah juga akan memperpendek durasi pembiayaan. Pembiayaan berdurasi pendek seperti segmen mikro dan UKM yang sifatnya lokal base, sementara untuk pembiayaan berdurasi panjang seperti proyek infrastruktur akan diwaspadai.

Khusus segmen mikro, pembiayaan dilakukan melalui tiga channel penyaluran yaitu melalui kantor cabang, melalui skema kredit usaha rakyat dan melalui channel lembaga keuangan mikro seperti Baitul Mal wa Tanwil (BMT).

Pembiayaan ke sektor mikro, hingga saat ini total outstandingnya mencapai Rp 600 miliar dari target Rp 800 miliar. Melalui kantor cabang mencapai Rp 602 miliar, melalui skema KUR Rp 89 miliar dan lewat channel BMt dll sebesar Rp 200 miliar.

Sebagai catatan, BNI Syariah mencatat total aset per Juli 2013 mencapai Rp 13,4 triliun atau 49,73% dibanding akhir Juli 2012 (YoY). Pembiayaan mencapai Rp 9,98 triliun atau tumbuh 64,65% (YoY), DPK mencapai Rp 10,65 triliun atau tumbuh 43,53% (YoY), jumlah nasabah 919.000 atau naik 43% dibanding akhir Juli 2012 yang mencapai 674.000 nasabah. Komposisi DPK terdiri dari giro Rp 1,4 triliun, tabungan Rp 4,4 triliun dan deposito Rp 4,8 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)