Pemda Raja Ampat Targetkan 2 Ribu Turis

Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat memperkirakan kunjungan wisatawan akan melonjak hingga 12 ribu orang tahun ini. Pulau yang terletak di Timur Indonesia ini masih mengandalkan wisata bawah laut seperti diving dan biota lautnya.

Berdasarkan data dari paket wisata selam (operator selam), tahun 2009 jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana mencapai 3000 orang. Tahun 2010 naik dua kali lipat menjadi 6000-7000 orang. Sedangkan tahun lalu, Pemda mencatat kunjungan mencapai 8000 orang. Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang melakukan perjalanan atau paket wisata lainnya. “Hampir 90% wisatawan yang datang adalah wisatawan asing yang didominasi dari belahan Eropa. Itu karena mereka hobi sekali diving,” ungkap Jusdhi Lamatenggo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat.

Untuk bisa ke Raja Ampat, kata Jusdhi, wisatawan harus merogoh kocek minimal Rp 2 juta juta per hari. Di sana terdapat beragam jenis penginapan. Mulai dari penginapan super mahal hingga untuk para backpacker. Saat ini Raja Ampat memiliki 6 resort besar, 36 kapal wisata, 9 hotel budget dan 42 operator wisata selam.

Dia optimistis Raja Ampat masih menjadi destinasi favorit bagi pecinta diving karena Raja Ampat memiliki keunggulan dibandingkan pulau-pulau lain di dunia. Misalnya, Raja Ampat terkenal karena memiliki terumbu karang yang dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75%nya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.

Kedua, keunikan seni budaya dan kuliner masyarakat setempat. Pulau yang dihuni lebih kurang 31 ribu jiwa ini juga memiliki wisata burung Cendrawasih. Bukan hanya itu, baru-baru ini Pemda memperkenalkan wisata Geo-Tourism yang berbasis pada wisata geologi. “Yang menjadi andalan kami adalah wisata bawah laut, di mana para penyelam bisa menikmati indahnya pemandangan laut karena kami dinobatkan sebagai pulau nomor satu yang memiliki hayati laut terlengkap dan terindah di dunia,” terangnya bangga.

Keberhasilan Raja Ampat menggaet ribuan wisatawan menurutnya berkat strategi promosi dan pemasaran yang dilakukan sejak 2007. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Ampat melakukan promosi baik di luar maupun dalam negeri. Misalnya, beriklan di media cetak dan elektronik lokal dan asing. Memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menarik wisatawan Eropa dan Amerika. Hingga pembuatan film tentang keindahan bawah laut, seperti yang segera diputar di Perancis dalam waktu dekat ini.

Promosi juga dilakukan dengan mendirikan Kantor Promosi Kabupaten Raja Ampat di Kawasan Sanur, Kabupaten Badung, Bali. Pemilihan Bali karena lantaran pulau tersebut sebagai destinasi utama kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, sehingga diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk bertandang ke Raja Ampat.

Tak heran, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan untuk mempertebal kas daerah. Tahun 2010 PAD (tidak termasuk pajak hotel) dari sektor ini mencapai Rp 1,2 miliar. Tahun 2011, diperkirakan menembus Rp 1,5 miliar. “Kami harapkan perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyukseskan destinasi-destinasi dalam negeri,” terangnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)