Pemerintah Baru Harus Mampu Lakukan Reformasi Energi

Perekonomian Indonesia pasca pemilu 2014 merupakan tantangan bagi para pemimpin yang akan datang. Hal tersebut disampaikan oleh Ari A. Perdana, MEc.Dev., dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan peneliti TNP2K, pada diskusi yang bertema 'Prediksi Perekonomian Indonesia Pasca Pemilu' di Universitas Indonesia (21/5).

DSC_0788

Menurut Ari, pulihnya perekonomian pasca pemilu, hanyalah sementara. “Mengalami pemulihan itu kan hanya sementara, nanti sesudah itu ya balik lagi,” katanya.

Ari mengatakan bahwa tingkat kemiskinan terus menurun. Namun,  laju penurunan kemiskinan tersebut semakin melambat yang disebabkan oleh belum maksimalnya penanggulangan kemiskinan itu sendiri.

Jadi, tugas bagi pemerintah yang akan datang memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. “Beberapa pekerjaan rumah untuk pemerintahan baru yaitu penciptaan lapangan kerja, investasi  dalam keterampilan dan kualitas SDM, investasi dalam infrastruktur sosial, memberikan akses layanan keuangan yang lebih besar pada masyarakat miskin, dan lain sebagainya,” papar Ari.

Ruang fiskal yang semakin kecil, mengharuskan pemerintah untuk melakukan reformasi subsidi energi. “Ruang fiskal kita sangat terbatas, untuk itu harus ada reformasi subsidi energi. Menurunkan subsidi dan menaikkan investasi di infrastruktur,” lanjut Ari.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Telisa Aulia Falianty, Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, menyampaikan bahwa makro ekonomi yang baik belum tentu menjamin mikro ekonomi menjadi ikut baik. “Di satu sisi pertumbuhan ekonomi makro Indonesia bagus, kemudian stabilitas keuangan juga bisa dibilang baik. Tapi di sisi mikronya ketenagakerjaan belum dibereskan, masalah upah minimum belum dibereskan. Jadi makro ekonomi tidak menjamin mikronya ikut bagus juga,” katanya.

Oleh karena itu, Trlisa menyarankan pemerintah untuk bisa meningkatkan sektor industri. “Kita harus beralih ke aktivitas sistem yang memiliki produktivitas yang tinggi. Biasanya yang memiliki produktivitas yang tinggi ini ada di industri. Industri itu bisa meningkatkan akumulasi teknologi, dan akumulasi human capital,” ujarnya.

Dengan meningkatnya industri, Telisa merasa yakin lapangan pekerjaan akan semakin bertambah. Selain itu juga aka nada penyerapan teknologi dan akumulasi pengetahuan untuk melakukan inovasi. “Inovasi itulah yang akan membuat perekonomian Indonesia bisa semakin bagus,” tambahnya.

Meskipun industrialisasi merupakan rencana jangka panjang, Telisa berharap rencana tersebut dapat dilaksanakan sedini mungkin. “Memang industrialisasi itu rencana jangka panjang. Bukan berati karena jangka panjang jadi tidak dikerjakan dari sekarang. Karena kalau tidak dari sekarang ya nanti tidak jadi-jadi,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)