Pemerintah Diskriminatif, Taksi Konvensional Sulit Bertahan

Juru bicara Blue Bird Group, Teguh Wijayanto, mengungkapkan hal serupa. Dia menuturkan selama taksi online masih beroperasi, diskriminasi terhadap taksi konvensional akan berlanjut. "Nanti semua jadi penyelenggara. Padahal izinnya tidak ada. Ini kan diskriminatif," ujarnya. Karena itu, Teguh berharap taksi online dilarang beroperasi supaya tercipta iklim persaingan usaha yang sehat. Namun, dalam hal kinerja keuangan Blue Bird masih lebih baik daripada Express.

Armada Taksi Express di Jakarta

Analis dari PT First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan besarnya ancaman bisnis transportasi online terhadap perusahaan taksi konvensional tergantung pada kebijakan pemerintah. Jika pemerintah tidak membuat peraturan dan membebaskan bisnis transportasi online, perusahaan transportasi konvensional bakal sulit bertahan. "Yang modalnya kuat seperti Blue Bird masih oke, tapi yang modalnya cekak sulit,” katanya.

Pada kuartal III 2015, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melaporkan penurunan laba bersih 90 persen, dari kuartal III 2014 sebesar Rp 109 miliar menjadi hanya Rp 11 miliar. Penurunan ini dipengaruhi laba usaha yang turun 25 persen menjadi Rp 161 miliar dan beban bunga yang naik 53,6 persen menjadi Rp 149 miliar.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)