Pemerintah Jamin 90% Jalan Nasional Siap Dilalui Pemudik

Mudik Idul Fitri 1436 H kian dekat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) memastikan pada H-14 Idul Fitri, 90% jalan nasional sudah siap dilalui pemudik. Kementerian telah membentuk tim yang khusus melihat kesiapan infrastruktur jalan menghadapi hari Raya Lebaran.

"Kalau persiapan mudik dari 15 Juni kami sudah membentuk tim keliling Indonesia. Pada umumnya 90% jalan sudah siap dilalui," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono saat Buka Puasa Bersama jajaran pemimpin redaksi media massa di Jakarta.

Menurut dia, beberapa ruas jalan masih diperbaiki, seperti di Kalimantan yakni beberapa ruas di Banjarmasin dan Balikpapan sepanjang 20 km. Selanjutnya, jalan nasional di Sumatera seperti di Jambi dan beberapa ruas di Sumatera Selatan. "Kalau Pantura di Sukamandi dan Indramayu, sekarang sudah selesai diperbaiki. Masih ada ruas jalan lain yang diperbaiki dengan tingkat kerusakan ringan sampai berat," ujarnya.

Suasana mudik para pengendara motor di Jakarta. Suasana mudik para pengendara motor di Jakarta. (Foto: IST)

Meski begitu, kemantapan jalan nasional di seluruh Indonesia hanya akan mencapai 84%. Satuan kerja di bawah kementerian telah melakukan perbaikan jalan sejak awal bulan Juni. Sehingga, target kemantapan jalan yakni mulus atau tidak berlubang bisa tercapai pada periode mudik 2015.

"Kemantapan jalan 84% atau lebih rendah dari tahun lalu, yang hampir 95%. Pasalnya, panjang jalan nasional sudah bertambah dari tahun sebelumnya. Kalau dulu panjang jalan (nasional) 36.000 km. Sekarang mencapai 48.000 km," katanya.

Kementerian PU-Pera tengah mempercepat proses pengerjaan berupa perbaikan dan pemeliharaan jalan yang ditargetkan tuntas pada akhir bulan ini. Pengerjaan pemeliharaan yang masih dilakukan saat ini antara lain, memastikan seluruh jalan tidam ada yan agregat, merapihkan bahu jalan, merapihkan median jalan dan menyediakan rambu-rambu jalan yang memadai.

Adapun, pengerjaan untuk paket reguler dan pasca bencana ialah melapisi aspal untuk jalan yang belum dikerjakan agar dapat fungsional selama arus mudik. Kemudian, menyingkirkan material pekerjaan dan alat berat dari lokasi proyek, atau diparkir di bahu jalan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU-Pera Velix Wanggai mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario lainnya untuk penanganan kepadatan kendaraan pasca pengoperasian ruas tol Cipali. Arus lalu lintas akan dipecah dan didistribusikan ke arah 4 trase alternatif.

Empat trase alternatif itu adalah exit tol pejagan-Simpang Pejagan-Brebes, lewat tol Pejagan-Pemalang, exit tol Pejagan-Ketanggungan-Jatibarang-Slawi (Jalan Provinsi), exit tol Pejagan-Ketangguhan-Prupuk-Slawi-Tegal (jalan nasional). “Keempat skenario itu dapat sewaktu-waktu difungsikan selama 24 jam penuh," katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)