Pendapatan Angkasa Pura Retail Ditargetkan Rp 50 Miliar

Pendapatan PT Angkasa Pura Retail, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), pada 2015 ditargetkan mencapai Rp 50 miliar. Target pendapatan tersebut seiring dengan dimulainya pengoperasian gerai ritel dan optimalisasi area komersil di 13 bandara udara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

Teges Prita Soraya, Direktur Utama Angkasa Pura Retail, mengatakan pihaknya berencana menyesaikan dan mengoperasikan pembangunan 20 gerai agar bisa mencapai target pendapatan hingga akhir tahun ini. Selain itu, Angkasa Pura Retail juga menjalin kemitraan dengan perusahaan ritel dari merek-merek ternama agar bisa menopang target pendapatan tersebut. “Target pendapatan di tahun ini sebanyak Rp 50 miliar,” ucap Teges, Senin (19/1/2015).

Teges Prita Soraya, Direktur Utama PT Angkasa Pura Retail. (Foto: Prio Santoso/SWA). Teges Prita Soraya, Direktur Utama PT Angkasa Pura Retail. (Foto: Prio Santoso/SWA).

Angkasa Pura Retail didirikan oleh Angkasa Pura I pada September 2014 dengan modal awal sebanyak Rp 50 miliar. “Modal dasar yang disediakan oleh induk perusahaan sebenarnya mencapai Rp 200 miliar, sedangkan modal yang disetorkan sebanyak Rp 50 miliar dan akan kami pergunakan untuk modal kerja di tahun ini,” katanya.

Angkasa Pura Retail setidaknya akan mengelola 15% area komersial bandara udara yang dikelola Angkasa Pura I. Pada tahun ini, lanjut Teges, pihaknya menargetkan pembangunan gerai sebanyak 20 unit. Target jangka menengah yang ditetapkan perusahaan hingga semester I 2015 adalah menyelesaikan dan mengoperasikan pembangunan gerai di Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan di Kalimantan Timur, Bandara Udara Sultan Hasanudin, Makasar dan Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

Angkasa Pura Retail pun berupaya mempercepat pembangunan gerai di area komersil yang tersedia di sejumlah bandara udara Angkasa Pura I. “Pada 2014, kami sudah memulai pembangunan gerai semi permanen di Bandara Juanda sebanyak 4 unit dan 1 unit di Bandara Sepinggan,” papar Teges.Angkasa Pura I memproyeksikan peningkatan kontribusi pendapatan sektor non penerbangan seiring dengan target Angkasa Pura I untuk menjadi salah satu pengelola bandara udara terbesar di Asia pada 2020. Untuk itu, Angkasa Pura Retail didirikan sebagai salah satu strategi perseroan menopang kinerjanya di masa depan.

Perusahaan akan mengembangkan gerai-gerai yang memenuhi kebutuhan penumpang mulai dari toko kosmetik, makanan dan minuman, toko suvenir hingga pusat belanja (department store). Adapun layanan dan fasilitas yang disediakan berstandar internasional. Teges mengatakan desain gerai-gerai ditata apik serta produk-produk yang ditawarkannya beragam serta berstandar internasional. Hal ini merupakan upaya perusahaan agar bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I tak kalah bersaing dengan bandara sejenis di Asia.

Bandara Sepinggan_Foto oleh sepinggan airport Suasana Bandara Sepinggan, Kal-Tim (ist)

Sejumlah merek-merek papan atas direncanakan akan bermitra dengan Angkasa Pura Retail. Sebut saja Wakai, Timberland, Rimowa, Red&White Wine Spirits, South Dakota, Richfield, National Geographic Store, Victorias Secret, Levis, dan Nescafe. “Kami adalah pemegang lisensi eksklusif National Geographic Store di Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, perusahaan akan mengembangkan gerai-gerai yang dikelolanya sendiri. Misalnya saja kedai kopi yang bernama REPUBLIK dan restoran Minang, Onde Mande serta Neng Geulis untuk restoran Sunda. Gerai yang dikelola oleh Angkasa Pura Retail akan mencakup toko kosmetik, cindera mata, hingga fesyen.

Teges menambahkan pihaknya juga akan berkerjasama dengan pengusaha-pengusaha lokal dengan menghadirkan beragam produk, seperti kerajinan lokal yang berkualitas internasional. Misalnya saja bermitra dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di setiap provinsi, dengan memberi pelatihan kepada para pengrajin, seperti membuat kemasannya, guna meningkatkan nilai tambah produknya sehingga menarik minat konsumen untuk membeli produk Dekranasda. “Kami akan membuat toko untuk menjual produk-produk kerajinan Dekranasda yang dikemas sangat menarik,” ucapnya.

Nantinya, bisnis ritel Angkasa Pura Retail diharapkan bisa menjadi salah unit bisnis yang mampu meningkatkan porsi pendapatan sektor non-aeronautika (non penerbangan) menjadi 60% dari sebelumnya sebesar 40% terhadap total pendapatan Angkasa Pura I. Saat ini, mayoritas pendapatan Angkasa Pura I masih bersumber dari pendapatan sektor aeronautika (penerbangan). Pemasukan dari sektor penerbangan diantaranya bersumber dari service charge passenger, tarif landing dan take off pesawat. (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)