E Transparency Award Berusaha Mewujudkan UU Keterbukaan Informasi

Penganugerahan situs terbaik Kementrian/Lembaga Negara dalam transparansi anggaran dan kinerja kembali hadir. E Taransparansy Award yang merupakan program IMAGES (Imroving Ministries and Agencies Website for Budget Transparency) ini, adalah program yang digagas oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dengan tujuan untuk mewujudkan undang-undang keterbukaan informasi yang baik agar kesejahteraan rakyat Indonesia dapat tepat sasaran.

A transparancy

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyelenggarakan acara ini. Kepada teman-teman Civil Society Organization , kepada peserta Kementrian/Lembaga (K/L) yang selama dua tahun ini begitu antusias mengikuti program. Tidak lupa kepada World Bank, yang telah membantu pendanaan acara ini, ” terang Wijayanto Samirin perwakilan dari Universitas Paramadina saat membuka acara di Hotel Indonesia Kempenski (20/11).

Wijayanto juga mengharapkan atas dukungan dari berbagai pihak, kehadiran inisiatif kecil tersebut dapat bergulir menjadi sesuatu yang lebih besar.

Program yang sudah berjalan untuk kedua kali ini mendapat dukungan penuh dari Masyarakat Transaparansi Indonesia (MTI), Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Plasma MNC, pakar IT Nukman Luthfie.

Program ini juga menjadi bagian dari gerakan Open Government Indonesia yang mendapat dukungan dari UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Ombudsman-RI dan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).

Menurut Wicaksosno (Ndoro Kakung) yang mewakili 20 juri menjelaskan, empat kriteria yang menjadi penilian dari penghargaan ini: user experience, tata kelola situs, transparansi kinerja dan transparansi keuangan. Dengan melibatkan 47 K/L Republik Indonesia.

Proses penilaian terhadap 47 situs K/L dimulai dengan survei publik untuk menentukan situs favorit masyarakat yang dilakukan di 5 kota besar di Indonesia, dengan bekerjasama dengan Universitas-univertsitas di kota tersebut. Tahapan selanjutnya dilakukan survei pakar untuk memberikan penilaian terhadap ke 47 situs K/L itu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)