Pengelolaan Keuangan Ala Yayasan Bulir Padi

Seminar Pengelolaan Keuangan dan Menabung oleh Yayasan Bulir Padi dan LiveOlive Seminar Pengelolaan Keuangan dan Menabung oleh Yayasan Bulir Padi dan LiveOlive

Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat terus melambat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Bahkan pada awal semester II tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar 4,7%, level terendah dalam 3 tahun terakhir. Tantangan ekonomi nasional juga bertambah karena kondisi pasar keuangan Indonesia sedang tidak stabil yang juga berdampak pada sektor riil.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia juga masih terbilang sangat rendah, yakni 28% (per Maret 2015), bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, seperti Malaysia (60-70%) atau Filipina (30-40%). Untuk meningkatkan kesehatan ekonomi masyarakat dibutuhkan peningkatan literasi keuangan karena pemahaman dasar dalam sektor keuangan merupakan salah satu kontributor untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Bulir Padi memiliki inisiatif untuk memberikan pembekalan pengelolaan keuangan pribadi agar mereka dapat mengambil keputusan bijak dalam perencanaan keuangan keluarga. Langkah ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Illiana Wijanarko, Direktur Humas & Komunikasi Yayasan Bulir Padi, menjelaskan bahwa yayasan yang didirikan sejak tahun 2002 ini, membekali 50 anak binaan Bulir Padi akan cara pengelolaan keuangan pribadi sejak dini. Sehingga mereka mempunyai bekal untuk menjadi pribadi yang dapat mengelola keuangan, tidak konsumtif dan cerdas dalam menabung.

Pada seminar ini, LiveOlive sebagai mitra kerja sama dan fasilitator seminar membawakan dasar-dasar perencanaan keuangan yang efektif dan praktis, antara lain cara membuat anggaran belanja, membedakan kebutuhan dan keinginan serta juga pentingnya asuransi seperti BPJS untuk perlindungan di masa depan.

“Kami percaya bahwa pelatihan pengelolaan uang harus memenuhi tiga kebutuhan ini, yaitu: memiliki dasar yang kuat, mengembangkan kemampuan pengelolaan keuangan, serta menyediakan perlindungan bagi orang tersebut,” ucap Pendiri LiveOlive, Jocelyn Pantastico.

Program pendidikan “Berkarya untuk Maju” Bulir Padi pertama kali diluncurkan tahun 2014 dan ditujukan untuk anak-anak binaan dan komunitasnya. Bulir Padi telah bekerjasama dengan berbagai narasumber dan organisasi yang merupakan ahli dalam bidangnya, sesuai dengan tema pelatihan.

Sebelumnya, mereka pun memberikan pelatihan dengan topik pelatihan pembuatan CV, cara mencari kerja yang efektif, serta konseling anti-narkoba. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)