Pengembangan Ekonomi Syariah Perlu Sinergi Pusat dan Daerah

Ekonomi dan keuangan syariah yang tumbuh dan berkembang pesat dapat menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, hal ini perlu dukungan dari berbagai insitusi pusat maupun daerah termasuk Bank Indonesia sebagai bank sentral.

20151027_152203_resized_1

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa syarat bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia harus adanya kebijakan yang mendorong ekonomi dan keuangan syariah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Salah satu tantangan terbesar yaitu memunculkan awareness pada masyarakat dan mendorong agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi syariah,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan sinergi kebijakan antara makro dan mikro sangat penting dalam mendukung perkembangan pasar keuangan syariah. Selain itu perlu adanya pengembangan produk pasar keuangan dan peningkatan efisiensi sektor keuangan.

Meskipun memiliko potensi besar untuk tmbuh dan berkembang, namun penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini di tunjukkan pada tahun 2015, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia hanya sebesar 4,61%.

Selain itu, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, sector keuangan syariah juga belum optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dua sector utama industry keuangan syariah yaitu pasar modal meningkat dari -1,57% menjadi 3,09%, sementara perbankan menurun dari 13% menjadi hanya 9%. Tak hanya itu, pembiayan perbankan syariah pada Semester I 2015 juga belum optimal, masing-masing sebesar 9%, 7,29% dan 6,66%. Sementara pertumbuhan aset, DPK dan pembiyaan pada Semester II 2014 masing-masing sebesar 13%, 11,41% dan 8,76%. (EVA)

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)