Pengembangan Tim Masih Menjadi PR bagi Pemimpin

Majalah SWA dan Lembaga Manajemen Fakulta Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI) kembali mengadakan penganugerahan HR Excellence Award 2019 bertajuk “The Future of HR Management” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (10/04/2019).

Steven Agustino Yudiyantho, SVP Human Capital Talent & Performance PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., mengungkapkan apresiasinya atas kolaborasi SWA dan LM FE UI yang telah menyelenggarakan event ini hingga sudah mencapai 10 tahun.

“10 tahun berlalu ini bukan tanpa value apa-apa, saya percaya bahwa awalnya tidak mudah untuk menyelenggarakan event seperti ini. Kontribusinya SWA dan LM UI dalam pengembangan HR Excellence ini tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu kontributor bagi pengembangan SDM di Indonesia,” ujar Steven.

Dia menyebut, Bank Mandiri pun memiliki concern yang sama terhadap pengembangan kualitas SDM karena sebagai BUMN pihaknya diminta menjadi agent development. “Dalam rangka spirit memakmurkan negeri, kami ingin ikut berkontribusi terhadap pengembangan kualitas SDM di Indonesia yang akan berdampak juga kepada kami sebagai bagian dari industri tersebut,” katanya.

Steven melanjutkan, penting bagi seorang HR untuk menjaga keprofesionalannya, sebab ada stigma mengurus orang itu bisa dilakukan oleh siapa saja dan seolah-olah HR tidak memiliki dasar landasan teori itu harus dipatahkan. Menurutnya, ini menjadi sebuah problem yang perlu dipecahkan bersama-sama.

Oleh karena itu, kata dia, The Future of HR perlu memikirkan apakah learning manager atau talent management itu masih relevan. Ia juga membandingkan kualitas SDM di Indonesia saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.

Para pemimpin saat ini lebih senang mengembangakan followers dibandingkan mengembangkan pimpinan baru. Ia melihat bahwa pimpinan saat ini masih lemah dalam mengembangkan tim nya. Menurutnya, ini menjadi problematika terbesar bangsa ini.

“Dia jago create followers tapi untuk mengembangkan timnya ini masih menjadi PR. Judul training leadership-nya sudah canggih-canggih digital leadership dan sebagainya. Saya bilang basic saja dulu,” tuturnya.

Militer menjadi salah satu contoh yang menurut Steven dengan berbagai dinamikanya tetap menjadi satu organisasi yang sangat berpengaruh dengan tidak pernah menerapkan pro hire, tetapi menerapkan turn of duty dan assist team.

Untuk itu, pengembangan perusahaan yang baik menurut dia dilihat dari promosinya apakah datang dari dalam atau dari luar. “Melihat pengembangan itu adalah mostly promotion itu datang dari dalam, kalau promotion itu datang dari dalam pastinya pengembangan orang itu jalan,” ujarnya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)