Pentingnya Human Touch dalam Employee Engagement di Era Pandemi

Josef Bataona, Senior Expert of HR Practice

Berbeda dari masa sebelumnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19, human capital (HC) semakin disadari memiliki peranan penting dalam memastikan kesehatan, keamanan dan kenyamanan karyawan agar mampu bekerja secara optimal di suatu perusahaan.

Saking krusial perannya, Josef Bataona, Senior Expert of HR Practice, mengatakan bahwa belum pernah dialami sebelumnya, betapa peran HC mendapat panggung istimewa hadir di atas pentas bisnis.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Saat kita membicarakan industri 4.0, disrupsi, dan digitalisasi, pada praktiknya irama penerapannya berbeda di berbagai industri. Namun begitu Covid-19 hadir, semua dipaksa bersahabat dengan teknologi. Berbagai aplikasi mulai dari talent acquisition hingga karyawan pensiun telah diperkenalkan dan semua dipaksa untuk belajar,” ujarnya dalam Webinar Series HR Talk 2021 “Reinventing Human Capital in the New Normal Era” yang diselenggarakan SWA berkolaborasi dengan Lintasarta dan Owlexa Healthcare.

Josef melanjutkan, selain semakin banyaknya teknologi digital yang bisa digunakan untuk mengatur HC, juga banyak strategi HC dirancang untuk akselerasi digital. Sehingga digitalisasi bukan sekadar pilihan tapi suatu keharusan termasuk digitalisasi HC. Tetapi yang perlu digarisbawahi, tegasnya, ini bukan saja berkaitan dengan penggunaan teknologi, melainkan terkait perubahan perilaku dan mindset.

“Satu hal yang juga tidak kalah penting terkait komunikasi di era pandemi yang dilakukan secara online, kalau bisa harus mempertahankan human touch. Maka Sangat sulit kalau para pemimpinnya tidak memberikan contoh teladan,” tuturnya.

Dia menjelaskan lebih lanjut, human touch adalah bagaimana tim merasakan bahwa apa yang dilakukan pemimpin itu benar-benar menyentuh personal karyawannya, tentang bagaimana pemimpin mau mendekatkan diri pada timnya mulai dari pekerjaan sampai keseharian tim, terutama selam pandemi ini.

“Sering kita lupa, yang namanya employee experience itu yang merasakan adalah karyawan. Kita boleh memiliki teknologi sehebat apapun tapi pada akhirnya adalah persepsi karyawan itu sendiri. Intinya, employee experience itu tentang bagaimana leader mendekatkan diri dengan timnya, memahami mereka. Ini kaitannya dengan human touch itu,” jelasnya.

Josef melihat bahwa perubahan-perubahan besar akan terus terjadi, keberhasilan menghadapinya tergantung dari kejelian organisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan kesiapan kerja dan employee ability dari timnya. Dia berpendapat supaya tidak sekadar memindahkan kelas ke webinar melalui zoom, tapi juga pendekatan cara belajar yang diubah.

“Kalau perlu karyawannya memilih sendiri mau belajar apa, dan belajar dari mana saja dengan keleluasaan. Ini yang perlu disikapi oleh para pemimpin, jadi bukan hanya introduce teknologi, tapi ada banyak aspek di balik itu yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Selain itu, pada masa pandemi, Health Benefit harus dilihat lebih dari sekadar paket remunerasi, tapi perlu diangkat makna penting di balik itu. Pemahaman akan kesehatan harus dikampanyekan, jangan baru peduli akan kesehatan ketika sudah mendekati masa pensiun. Ketika diberikan fasilitas cek kesehatan gratis, harus diimbangi dengan pemahaman tentang pentingnya cek kesehatan tersebut.

“Di setiap perusahaan saya bekerja, saya selalu ajak tim untuk melakukan kampanye sederhana yaitu jagalah kesehatanmu supaya pada waktu anda pensiun nanti perusahaan bisa mengembalikanmu ke keluarga dalam keadaan sehat, dan kapan kita harus mulai menjaga kesehatan itu, bukan mendekati masa pensiun tetapi mulai dari sekarang juga. Pemimpin harus memberikan contoh, kalau saya punya komitmen dalam seminggu minimal ada 4 hari olahraga,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)