Peran Istri dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Nelayan

Pemerintah diharapkan dapat memberikan peran lebih kepada para istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di kawasan pesisir. Selama ini pemerintah berfokus menyelesaikan permasalahan kesejahteraan hanya pada penyediaan kapal, perlengkapan tangkap, dan bahan bakar.

perikanan

“Pemberdayaan istri merupakan pendekatan gender yang perlu mendapat perhatian dalam mengatasi kemiskinan di manapun juga termasuk daerah pesisir. Karena mereka yang biasanya mengatur dan mengetahui kondisi keuangan keluarga. Selain itu urusan anak mulai dari memenuhi kebutuhan pokok sampai pendidikan juga ada di dalam kendali sang istri,” ujar Sarwono Kusumaatmadja, Senior Advisor Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), yang juga merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan di era pemerintahan Gus Dur.

Selain masalah teknis, hal lain yang dihadapi nelayan lebih merupakan permasalahan sosial yang memerlukan solusi kebijakan dan tindakan yang tepat. Berdasarkan data BPS 2014, 7.8 juta warga pesisir masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kebanyakan nelayan sangat bergantung pada komoditas laut yang disediakan oleh alam. Setelah mendapat hasil tangkapan mereka segera menjual hasilnya untuk menyambung hidup.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan harus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, serta Kementerian Koperasi dan UKM. Kebijakan bersama bisa diambil dan diimplementasikan dalam bentuk bantuan modal usaha dan pelatihan. Jadi selain dari hasil melaut, nelayan bisa mendapatkan sumber penghasilan lain untuk menopang ekonomi keluarga,” imbuh Sarwono.

Menurutnya, Perubahan kebijakan seperti ini yang harus diambil oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan perekonomian nelayan. “Pengambilan kebijakan yang tepat dapat meningkatkan khalayak hidup lebih banyak nelayan dibandingkan sekedar bantuan fisik. Kata kuncinya yaitu pemberdayaan semua elemen untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” sambung Sarwono.

Banyak usaha yang bisa dilakukan seperti mengolah ikan hasil tangkap menjadi makanan khas daerah untuk dijual kembali ke daerah lain atau kepada turis lokal maupun manca negara. Usaha lain yang tidak berhubungan dengan ikan hasil tangkap juga bisa dilakukan seperti membuka warung makan, dan membuat cendera mata.

Dengan taraf ekonomi dan kesejahteraan yang meningkat, keluarga nelayan bisa memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak mereka. “profesi nelayan harus dibatasi. Warga pesisir tidak harus menjadi nelayan karena terpaksa. Mereka harus memiliki pilihan hidup untuk menjadi lebih baik, dan itu bisa dimiliki jika anak-anak nelayan mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” tambah Sarwono. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)