Peran Media Sangat Penting Majukan Pariwisata Indonesia

Pariwisata merupakan sektor penting ekonomi bagi Indonesia. Dengan slogan Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mempromosikan wisata Indonesia baik ke luar negeri maupun dalam negeri. Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, peran media sangat penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Banyak informasi mengenai destinasi pariwisata yang disampaikan melalui media cetak, elektronik dan media online.

"Media bisa mendorong wisatawan nusantara (wisnus) melakukan perjalanan wisata di Tanah Air serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia," ujar mantan pimpinan Telkom itu.

20151028_091532_harianterbit_wonderful_indonesia_logo

Arief, mengungkapkan, jumlah kunjungan wisman pada Januari hingga Oktober 2015 mencapai 8,017 juta atau tumbuh 3,38% sedangkan pergerakan wisnus pada Januari hingga Septemer 2015 sebanyak 187,3 juta perjalanan. Ia berharap akhir tahun ini target kunjungan 10 juta wisman dan pergerakan 255 juta perjalanan wisnus akan terlampaui.

"Semua pencapaian ini berkat dukungan peran media dalam memberitakan pariwisata, sehingga mendorong minat wisatawan berpariwisata di Indonesia," katanya.

Selain itu, peran sektor pariwisata sangat strategis dalam pembangunan nasional. Ke depan, pariwisata diharapkan akan menjadi leading sector karena dari 5 prioritas pembangunan nasional yakni infrastruktur, maritim, energi, pangan dan pariwisata yang menjadi andalan adalah pariwisata karena trennya sebagai penghasil devisa terus meningkat.

"Oleh karena itu Presiden Joko Widodo telah menetapkan target pariwisata dalam lima tahun ke depan dinaikkan menjadi dua kali lipat. Pariwisata harus meraih kunjungan 20 juta wisman dan menggerakkan 275 perjalanan wisnus, menghasilkan devisa Rp 240 triliun, kontribusi terhadap perekonomian (PDB) nasional terbesar 8%, dan menciptkan 13 juta lapangan kerja," paparnya.

Untuk diketahui, 10 destinasi pariwisata yang akan menjadi prioritas ditahun 2016 yakni Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Klayang (BelitungMandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan seribu (Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Klayang (Belitung), Borobudur ( Jawa Tengah). (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)