Peran MRT Jakarta sebagai Penunjang Berlakunya MEA

David Batubara, CEO RPX Logistic Indonesia, mengatakan, untuk mengakomodir sibuknya aktivitas bisnis di Indonesia, terutama Jakarta sebagai pusat, diperlukan sebuah infrastruktur penunjang. Dalam hal ini, salah satu yang sangat substansial adalah moda transportasi.

konstruksi-mrt-di-istora-senayan-dan-benhil-dimulai-fP2

Seperti yang diketahui, pertumbuhan penduduk Jakarta saja, walaupun MEA 2015 belum dimulai, sudah sangat massive. Apalagi kalau MEA sudah resmi dijalankan, akan banyak ekspatriat yang masuk ke Indonesia sebagai imbas dari keterbukaan yang terjadi. Dengan demikian, moving rates yang terjadi pada saat jam kerja juga dipastikan meningkat.

Setidaknya PT MRT Jakarta telah melihat ini sebagai kemungkinan yang pasti terjadi. Antisipasinya, dengan dibukanya ruas Jalan Sisingamanagaraja – Sudirman – Bunderan HI, satu solusi menyiasati kepadatan jalan bisa berkurang. Pasalnya, kebutuhan berpindah, baik menjelang hingga paska jam kerja menjadi kebutuhan pokok bagi para pelaku bisnis.

Dituturkan oleh M. Nasyir, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, jauh sebelum proses pembangunan MRT ini dimula, ia melihat bahwa tidak hanya ketika pergi dan pulang kerja saja, namun mereka juga perlu untuk mengunjungi relativesnya pada saat jam kerja. Dan jika dihubungkan dengan peningkatan kepadatan kota Jakarta saat berlaku MEA, pastinya akan memicu meningkatnya traffic congestion di berbagai ruas sentral. Adapun yang paling sentral tentu saja, ruas MH. Thamrin – Sudirman.

Pembangunan proyek MRT ini juga memiliki  peran terhadap peningkatan produktivitas talents, di mana mereka bisa dengan lebih leluasa menjalankan perannya sebagai penggerak aktivitas bisnis perusahaan yang diwakilinya. Sehingga, apabila dari talents dapat melakukan perannya secara efektif, maka perusahaan juga akan merasakan keuntungan dari hal itu. Imbasnya pada peningkatakan level perekonomian Indonesia yang bisa menjadi lebih berdaya saing terhadap kompetitor di regional.

Mengutip pengamatan Rhenald Kasali, akademisi dari Universitas Indonesia, “Dengan terciptanya moda transportasi yang bisa memfasilitasi pelaku bisnis untuk menjalankan perannya, seperti memberikan solusi untuk aspek efisiensi waktu, serta kenyamanan saat berada di transportasi itu, maka dapat memberikan nuansa positif bagi mereka.”

Hal ini juga sejalan dengan filosofi “waktu adalah ulang” yang banyak dijadikan sebagai jati diri berbagai perusahaan. Oleh karena itu, efektivitas yang tersaji dari sebuah moda transportasi menjadikan para penumpangnya memiliki benefit lebih karena mereka dapat menempuh perjalanan yang lebih efisien.

MRT memiliki posisi demikian. Dimana dengan waktu tempuh yang lebih dipangkas dari moda transportasi lainnya, serta efektivitas daya angkutnya membuat moda transportasi ini menjadi alternatif yang cemerlang bagi para penumpang yang memiliki tingkat perpindahan yang tinggi oleh karena rutinitas bisnis mereka.

Saat ini,  MRT Jakarta tengah menjalankan proses Pembuatan Guide Wall dan D-Wall di Setiabudi, serta Relokasi Drainase Blok M, yang rencananya akan selesai pada 31 Oktober 2014. Sebelumnya PT MRT Jakarta telah mengerjakan relokasi pohon dan pengupasan ruas median jalan dan sebagian trotoar yang terbentang dari Bundaran HI sampai Sisingamangaraja. Rencananya, MRT Jakarta akan resmi beroperasi pada tahun 2016. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)