Percaya Penuh pada Generasi Penerus

Mendapatkan hempasan ombak yang cukup kuat dalam dunia bisnis sempat menggoyahkan Duta Firza pada 2004. Menghadapi hal tersebut Dito Ganinduto, Founder Duta Firza mulai mengalihkan tugasnya sebagai nahkoda di perusahaan kepada putra sulungnya Firlie Hanggodo Ganinduto. Berikut beberapa uraian Dito kepada Indah Pertiwi mengenai kepemimpinan Duta Firza yang diestafetkan oleh generasi penerusnya.

Bagaimana Anda memperkenalkan bisnis keluarga kepada anak-anak?

Dari kecil mulai kanak-kanak saya perkenalkan dengan bisnis. Anak-anak saya yang laki-laki saya beri arahan yang baik sebagai tulang punggung keluarga yaitu sebagai pemimpin keluarga dalam ekonomi. Setelah selesai sekolah diarahkan jika ingin berbisnis agar bisa berbisnis yang benar.

Pada 2004 saya memutuskan untuk terjun ke politik. Lalu saya rasa Firlie sudah cukup dengan kuliahnya dan bekerja di Melbourne. Kemudian saya meminta Firlie untuk meneruskan perusahaan. Saya punya pendirian bahwa kalau mau regenerasi harus full seratus persen. Artinya kita sudah tidak boleh ikut campur sama sekali hanya mengawasi saja.

Firlie Ganin

Apakah Anda memberi kebebasan kepada anak-anak untuk tidak bergabung dengan perusahaan keluarga dan merintis bisnis sendiri?

Saya memberi kebebasan mereka bekerja dulu untuk mencari pengalaman, jika suatu saat dibutuhkan ilmunya bisa dipakai. Prinsipnya antara pelaksana, pekerja, dan perusahaan muncul kerjasama saling membutuhkan.

Dari semua anak, berapa yang bergabung dengan perusahaan keluarga dan berapa yang membangun bisnis sendiri?

Dari semua anak yang bergabung di Duta Firza hanya Firlie. Untuk anak nomor dua, tiga, dan empat bekerja di tempat lain.

Bagaimana Anda mengajari atau menjadi mentor bagi anak-anak agar bisa menjalankan bisnis?

Kami punya basic harus bekerja keras, jujur, dan mencari kesempatan. Jika ada satu kesempatan harus langsung ditangkap dan direalisasikan.

Apakah ke depannya anak-anak yang membangun bisnis sendiri juga diminta bergabung untuk membesarkan bisnis keluarga?

Tentunya itu tergantung dari Firlie sendiri, jika dibutuhkan dan dirasa mampu, alangkah lebih baik kalau adiknya sendiri. Yang terpenting dia bisa memberikan kesempatan kepada adiknya untuk bisa seperti dirinya. Kesempatan itu ada kendaraannya, artinya jika sudah mampu bisa ditarik untuk mendirikan perusahaan bersama-sama.

Apa saja nilai-nilai yang dipegang teguh keluarga dan bagaimana mengajarkan ke anak-anak?

Hal pertama yaitu melewati perjuangan untuk mencapainya seperti kejujuran. Tiap hari itu adalah belajar. Setiap bisnis awalnya terlihat mudah namun kemudian banyak hambatannya. Bagaimana kita menaklukkan tantangan yang ada yaitulah bekerja kerasnya.

Di mata Anda, apa kelebihan yang dimiliki anak-anak dalam menjalankan bisnis?

Saya tidak terlibat terlalu banyak, anak-anak punya kelebihan masing-masing. Saya selalu mengingatkan anak-anak saya untuk bisnis di jalan yang benar. Jangan pernah menghalalkan segala cara untuk sukses. Bekerja itu adalah ibadah.

Firlie Ganin (utama)

Harapan Anda kepada Duta Firza dan Firlie?

Harapan Saya Duta Firza bisa menjadi perusahaan yang terus berkembang dan bermanfaat untuk orang banyak. Untuk Firlie untuk bisa sukses dan terus berkembang nantinya bisa memberi kesempatan kepada adik-adiknya seperti apa yang sudah saya lakukan memberi jalan kepada dia. Kesempatan yang pernah saya berikan saya harap juga diberikan kepada adik-adiknya.

Untuk urusan bisnis apakah Pak Firlie masih melakukan konsultasi dengan Anda?

Pada dua tiga tahun awal masih. Namun untuk sekarang Firlie sudah sendiri dan saya sudah tidak terlibat sama sekali. Terkadang kalau weekend sedang kumpul kita ada bicara sedikit tentang bisnis. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)