Peringati HUT ke-55, Untar Siap Cetak SDM Yang Berdaya Saing

Universitas Tarumanegara (Untar) baru saja menyelenggarakan hari jadinya yang ke-55 tahun di Ciputra Art Preuner. Dengan tema 'Emerald Forest', Untar memberikan penghargaan bidang pendidikan kepada empat tokoh yang sangat berpengaruh: P.K. Ojong sebagai penggagas dan pendiri Untar; Dr. Ir. Ciputra sebagai kategori pembina dan pengembang,;Prof Dr. Ir. Wiratman dan Prof Dr. Ir. Dali S. Naga, MMSI sebagai kategori pengabdi keilmuan.

2014-10-17 13.57.57

'Dengan pemberian penghargaan kepada tokoh – tokoh yang banyak berpengaruh bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia, kami berharap semangat tersebut bisa tertular kepada mahasiswa – mahasiswa kita,” ujar, Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc,  Rektor Universitas Tarumanegara.

Berbagai pembaruan juga akan direalisasikan universitas yang bermarkas di Grogol ini, yakni dengan mengedepankan tiga sasaran; integrity, professionalism, dan entrepreuneurship. Seperti yang dipaparkan Roesdiman, untuk mencapai cita – cita tersebut, perlu adanya pengembangan SDM, infrastruktur kampus, teknologi informasi sera penyempurnaan strategi marketing dan komunikasi.

Ditambahkan oleh Dr. Eko Harry Susanto, M. Si, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Untar, upaya ini tentunya disiapkan guna mengantisipasi iklim persaingan terbuka melalui ASEAN Free Trade  yang akan berlaku pada akhir 2015 mendatang. (EVA)

“Secara peringkat Untar memang berada di bawah universitas – universitas top ASEAN seperti Nanyang University of Technology, National University of Singapore, dan Mahidol University Thailand. Namun dengan menyerap nilai – nilai dari keempat figur tersebut, maka secara persaingan personal, saya optimis alumni Untar bisa bersaing dengan mereka,” jelas Eko.

Eko menambahkan bahwa, dari total 70.000 alumni Untar yang sudah tercatat hingga saat ini, banyak dari mereka yang bekerja di perusahaan global, seperti untuk region ASEAN. Ditambah lagi, banyak juga dari mereka yang memegang posisi penting dari sebuah perusahaan. “Secara perjalanan karier banyak juga yang bagus,” lanjutnya.

Secara pemetaan keunggulan, dituturkan lebih lanjut oleh Professor Roesdiman, bahwa yang unggul dari Universitas Tarumanegara adalah pada tiga aspek studi, yakni perhotelan, keperawatan, dan budaya. Namun untuk menghadapi AFTA, di mana bidang yang akan mendominasi cenderung kepada IT dan ekonomi seperti Finance, Management, dan Akuntansi, ia juga optimis bahwa tiap individunya bisa saja setara dengan lulusan global

“Karena jika space persaingannya adalah Indonesia, yang lebih tahu tentu orang Indonesia. Sebab,  mereka sudah terbiasa dengan kultur masyarakatnya secara holistik. Sementara ekspatriat perlu menghadapi berbagai adaptasi untuk itu,” tutur Professor Roesdiman. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)