Perkuat Bisnis, Bank Mandiri Kembangkan Transaksi Valas

Bank Mandiri terus berinovasi mengembangkan transaksi valuta asing untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bisnis. Sampai akhir Juli 2013, Bank Mandiri telah mencatatkan pendapatan fee based dari transaksi valas mencapai Rp 0,81 triliun, naik 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 0,68 triliun.

Sementara itu, volume transaksi valas hingga akhir Juli 2013 mencapai US$ 130,13 miliar, atau tumbuh 24.38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 104,62 miliar. Atas konsistensi tersebut, majalah Asia Money, mendaulat Bank Mandiri sebagai Best Domestic Providers of FX Services di Indonesia pada ajang Asiamoney Summer Awards Dinner 2013. Dengan demikian Bank Mandiri telah menerima penghargaan dari Asia Money sebagai Best Domestic Provider FX Services sebanyak 5 kali pada tahun 2008 dan 2010-2013.

PermataAsiaMoney

Penghargaan itu diserahkan Editor Asia Money, Richard Morrow kepada Direktur Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management Bank Mandiri, Royke Tumilaar di Hong Kong, Kamis (26/9) malam. Publikasi ekonomi internasional itu menilai Bank Mandiri mampu beradaptasi dan berinovasi dalam memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang terus berkembang.

“Kami ingin menjaga momentum pertumbuhan dengan baik dan mampu mengelola likuiditas dengan efektif. Pengakuan internasional ini akan semakin menumbuhkan semangat kami untuk terus tumbuh dan mewujudkan keinginan menjadi salah satu bank utama dalam bertransaksi di kawasan Asia Tenggara,” kata Royke.

Untuk pengembangan bisnis dan memperkuat layanan transaksi valuta asing atau foreign exchange (FX), Bank Mandiri pun mengembangkan e-fx atau layanan electronic foreign exchange, dimana nasabah dapat melakukan FX dealing dengan aman, cepat dan akurat langsung dari computer nasabah yang telah terinstal aplikasi e-fx.

Pengembangan layanan treasury pun terus dilakukan, melalui perluasan jaringan Regional Treasury Marketing Dealing Room yang saat ini berjumlah 11 unit di berbagai kota di Indonesia. Bank mandiri juga telah memilliki 30 Sub RTM dan 3 Treasury Gallery. Selain itu untuk memperluas jangkauan bisnis treasury secara internasional, Bank Mandiri juga memiliki treasury di London, Cayman Island, Shanghai, Hongkong, East Timor dan Singapura.

Bank Mandiri berhasil mencatatkan fee based income dan net interest income dari transaksi treasury mencapai Rp1.62 triliun dengan volume transaksi sebesar US$ 214.15 miliar sampai akhir Juli 2013. Pencapaian itu mengalami peningkatan 35.61% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1.19 triliun dengan volume transaksi US$ 204.90 miliar.

Pencapaian tersebut didorong oleh pendapatan fee based yang berasal dari transaksi valuta asing dan transaksi surat berharga sebesar Rp0.86 triliun hingga Juli 2013. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)