Permata Bank Dorong Gerakan Hemat Uang

Berdasarkan hasil riset Kadence International Indonesia pada tahun 2015 ditemukan data bahwa 28% orang Indonesia memiliki kebiasaan gaya hidup konsumtif. Hal ini ditandai dengan pengeluaran lebih besar daripada penghasilan mereka.

Permata Bank

Menjawab masalah tersebut, Permata Bank menghadirkan solusi berupa gerakan #SayangUangnya. Mulai dari inovasi situs SayangUangnya.com yang memberikan tips-tips tentang hidup hemat tetap gaya dan memperhatikan kualitas hidup, pemasangan billboard yang terbuat dari proses daur ulang billboard-billboard PermataBank terdahulu.

Hal ini dilakukan agar masyarakat di Indonesia terinspirasi untuk turut serta menyebar-luaskan semangat dari gerakan #SayangUangnya dan mengaplikasikannya ke dalam gaya hidup mereka sehari-hari. Permata Bank mengajak untuk menjalani gaya hidup frugal. Frugalisme adalah gaya hidup hemat dengan konsep berpikir untuk memenuhi kebutuhan dan menahan keinginan.

Menurut Bianto Surodjo, Retail Banking Director Permata Bank, bukan berarti kita harus menjadi pelit atau super irit hingga pada akhirnya membuat kita tidak bisa lagi menikmati hidup. “Yang harus kita lakukan adalah lebih bijak dalam membuat keputusan bertransaksi, agar uang hasil usaha dan keringat kita tidak terbuang sia-sia,” ujarnya di Senayan National Golf Club, Jakarta, (3/2).

Adapun menurut Prita Ghozie, CEO ZAP Finance, “Sumber masalah keuangan adalah 50 persen tidak bisa bedakan simpanan, tabungan dan investasi, 18 persen hobi menghutang, dan 32 persen punya gaya hidup tinggi.”

Hal ini juga sejalan dengan hasil riset yang dilakukan OJK belum lama ini mengungkapkan bahwa lebih dari 75% masyarakat Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah terhadap produk finansial dan keuangan.

Gerakan #SayangUangnya diharapkan mampu menginspirasi banyak orang di Indonesia untuk melupakan gengsi dan menjadi lebih bijak dalam mengeluarkan uang. “Mengubah kebiasaan konsumtif menjadi hemat adalah tantangan yang berat. Namun, hal tersebut bukanlah alasan. Semangat #SayangUangnya harus diterapkan sekarang, di mulai dari hal - hal kecil di dalam hidup kita,” Bianto menjelaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)