PermataBank Syariah Bukukan Laba Rp 133 Miliar

Sepanjang tahun 2011, PermataBank Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) PermataBank mencatat kinerja yang mengesankan. Dalam laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011, laba PermataBank Syariah tercatat Rp 133 miliar atau meningkat hingga 41% year-on-year (YoY) dibandingkan raihan tahun sebelumnya Rp 94 miliar.

Performa operasional PermataBank Syariah tahun lalu juga ciamik. Lihat saja total laba operasional naik 35% YoY menjadi Rp 139 miliar didorong oleh pertumbuhan pendapatan margin bersih dan dari pendapatan operasional lainnya. Pendapatan operasional lainnya naik tajam sebesar 266% YoY menjadi Rp 335,9 miliar dari Rp 91,8 miliar pada periode sebelumnya.

Pembiayaan yang disalurkan PermataBank Syariah tumbuh 107% dari Rp 1,4 triliun pada akhir 2010 menjadi Rp 3,0 triliun pada akhir 2011. Pembiayaan tumbuh pada semua segmen bisnis. Total aset secara konsolidasi per 31 Desember 2011 mencapai Rp 5,2 triliun atau naik signifikan sebesar 131% YoY, dari Rp. 2,2 triliun per 31 Desember 2010.

Basis pendanaan kian beragam dan terus tumbuh berkelanjutan. “Dana pihak ketiga meningkat 112% YoY menjadi Rp. 3,7 triliun. Tabungan dan Giro membukukan kenaikan yang kuat hingga 102% YoY menjadi Rp 2 triliun. Deposito berjangka juga meningkat hingga 127% YoY menjadi Rp. 1,6 triliun pada akhir 2011. Komposisi dana murah (CASA) mencapai 57% dari total simpanan,” jelas Achmad K. Permana, Head
PermataBank Syariah.

Pertumbuhan dana pihak ketiga yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit berdampak pada rasio Financing-to-Deposit Ratio (FDR) yang mencapai 82% pada 2011 dibandingkan 84% ditahun sebelumnya. PermataBank juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan dalam mengelola kualitas pembiayaannya sebagaimana tercermin dalam rasio pembiayaan bermasalah (Net Non Performing Financing) yang membaik ke 1% pada Desember 2011 dari 2% pada tahun sebelumnya.

PermataBank Syariah juga mempertahankan tingkat permodalan yang sehat terhadap aktiva tertimbang menurut risiko dan mengakhiri periode dengan mencatat Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 16%, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11%. (Radito Wicaksana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)