Permintaan Lesu, Laba Electrolux Kecewakan Analis

Electrolux AB, produsen peralatan rumah tangga terbesar kedua di dunia, melaporkan laba kuartal keempat yang jauh di bawah perkiraaan analis. Pasalnya, perusahaan terpaksa 'ketatkan kantung' akibat permintaan yang menurun dan biaya yang menggelembung gara-gara restrukturisasi.

Laba bersih turun menjadi 220 juta kronor (US$ 32 juta) dari 677 miliar kronor awal tahun lalu, ujar perusahaan yang berbasis di Stockholm tersebut. Berdasarkan data Bloomberg dari perkiraan 13 analis, profit sebelumnya diramalkan 581 juta kronor. Penjualan naik 3% menjadi 28,4 miliar kronor. Di sisi lain, biaya perusahaan di kuartal tersebut sebesar 825 juta kronor.

“Sementara kami berharap tren ke depan bergeser ke arah yang lebih positif karena perbaikan bertahap dari segi harga, bercampur dengan biaya yang lebih rendah, kami tidak mengantisipasi permintaan di pasar yang lebih matang akan pulih di semester pertama,” ujar Chief Executive Officer, Keith McLoughlin. “Mungkin ada beberapa tingkat perubahan di pasar Amerika Serikat hingga akhir 2012, didukung oleh pertumbuhan moderat di pasar perumahan.”

Produsen kulkas Frigdaire dan vacuum cleaner AEG ini telah menderita akibat penurunan kepercayaan konsumen di mature markets dan biaya bahan baku yang melonjak. Electrolux yang memiliki 35 pabrik berencana menutup sejumlah pabrik mereka, khususnya di Amerika Utara dan Eropa, ujar McLoughlin, pria berkebangsaan Amerika Serikat yang mengambil alih perusahaan setahun lalu.

Whirpool Corp, produsen peralatan rumah tangga terbesar di dunia, kemarin memaparkan proyeksi laba setahun penuh yang melampaui perkiraan analis. Pengurangan biaya dan kenaikan harga produk ternyata berdampak positif pada kuartal sebelumnya, ujar perusahaan yang berbasis di Michigan itu.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)