Persaingan Rekrutmen Ketat, JobStreet.com Andalkan Kualitas

Melamar pekerjaan secara online bukan barang baru. Situs-situs rekrutmen telah banyak berdiri. Akan tetapi, menurut Faridah Lim, Country Manager PT JobStreet Indonesia, sebagai salah satu pemain di industri ini, situs-situs tersebut punya keunikannya masing-masing. Dengan demikian, satu dengan yang lain, tidak saling memakan.

Faridah Lim, Country Manager PT JobStreet Indonesia

Online rekrutmen hampir ada di setiap negara. Tapi yang berkualitas mungkin hanya satu-dua situs. Dan setiap online rekrutmen punya keunikannya sendiri,” terang Faridah, dalam acara peluncuran JobStreet.com berbahasa Indonesia, di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Terkait dengan JobStreet.com, ia menuturkan, “Kami hampir tidak punya kompetitor karena setiap pemain punya positioning sendiri.” Fokus dari JobStreet.com adalah kualitas. Tidak semua lowongan pekerjaan bisa tayang dalam situs ini. Misalnya, ia menyebutkan, lowongan kerja perusahaan future trading tidak bisa tampil di situs.

Dia bilang, ada tiga kriteria utama bagi perusahaan yang mau menampilkan iklan lowongan kerja. Tiga kriteria itu adalah perusahaan harus punya alamat, NPWP, dan telepon (bukan nomor ponsel). “Itu tiga kriteria utama yang akan kami cek kembali." Dengan cara itu, situs pun bisa menjamin informasi lowongan yang diberikan kepada para anggotanya.

Kelebihan lain dari JobStreet.com adalah dalam hal sistem. “Bagi HRD dan pengguna, klien yang familiar dengan sistem akan sangat mengetahui bedanya online rekrutmen satu dengan yang lain." Di samping itu, situs juga membantu perusahaan dalam menyaring lamaran yang masuk. Terkait itu, Faridah mengatakan, situs mempunyai teknologi yang bisa membantu proses rekrutmen.

Dengan sejumlah kelebihannya, JobStreet.com semakin melaju. Itu bisa dilihat dari jumlah anggota yang terdaftar sudah lebih dari 1,8 juta per pertengahan Mei. Jumlah perusahaan kliennya sendiri sudah menembus angka 19.000. Namun, Faridah enggan menyebutkan berapa pendapatan JobStreet.com. Yang jelas, menurut dia, “(Sebanyak) 99 persen perusahaan itu istilahnya repeat order, atau pasang iklan lagi." (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)