Perusahaan Beri Bonus, Gak Banyak Tuh!

Bonus memang bisa menjadi senjata andalan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Namun, jumlah perusahaan yang memberikan masih sedikit. Ini terungkap dari hasil Survei Gaji 2015 yang dilakukan oleh Mercer Talent Consulting & Information Solution, perusahaan konsultan SDM global, yang menjadi mitra Majalah SWA.

Satya Radjasa Country Business Leader Mercer Talent Consulting & Information Solution mengatakan, perusahaan mesti jeli mempertahankan karyawan terbaik yang dimilikinya. Selain remunerasi, perusahaan harus punya strategi jitu untuk menciptakan loyalitas karyawan, seperti lewat program retensi bonus retensi dan benefit lainnya.

alasan pemberian retensi bonus

Namun, dari 149 perusahaan yang disurvei, hanya 29% perusahaan yang sudah punya program retensi bonus dengan besara beragam. Bonus diberikan kepada karyawan dengan kompetensi atau kemampuan khusus (special skill) atau meningkatkan loyalitas kepada perusahaan.

“Pemicu perpindahan kerja sebesar 54% karena melihat program retensi, besaran remunerasi, dan jenjang karier yang jelas di perusahaan lain,” katanya.

Satya Radjasa Country Business Consulting & Talent Information Solution at Mercer, berpose di kantor swa, stok 2015 Satya Radjasa Country Business Consulting & Talent Information Solution at Mercer

Meski baru sedikit yang memberi, sebanyak 67% responden mengaku telah mengkaji program benefit yang diberikan. Ini dilakukan untuk untuk meningkatkan daya saing dari benefit yang telah ditawarkan selain memahami benefit value preposition, dan menyelaraskan dengan filosofi HR perusahaan.

Asuransi kesehatan adalah tipe benefit yang paling banyak dikaji ulang (81%), disusul tunjangan (62%), benefit kendaraan (43%), dan asuransi jiwa (31%). Benefit yang umum diberikan adalah benefit kesehatan, selain kendaraan, dan kerja fleksibel.

“Perubahan pada pola retensi, remunerasi, dan lainnya, dari waktu ke waktu bersifat dinamis, sehingga perusahaan harus memperhatikan bagaimana caranya menciptakan engagement di kalangan talent,” katanya.

jenis benefit

 

Untuk menarik talenta bagus, lanjut Satya, perusahaan harus terus berinovasi, memiliki diferensiasi, dan memberi remunerasi yang menarik dibandingkan kompetitor. Jika masih saja sulit, perusahaan bisa melakukan buy talent. Namun, biayanya tentu saja mahal dan tidak sustainable.

“Dari sisi retensi, sebanyak 89% memberikan monetary retention, sisanya non-monetary. Padahal, retensi non-monetary lebih banyak diinginkan talent khususnya eksekutif,” ujar dia. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)