PPM Manajemen: Perusahaan Butuh Iklim & Budaya Inovatif

Inovasi adalah kunci sukses perusahaan. Resep sukses Google dalam berinovasi mungkin perlu dicontoh. Apa yang membuat mereka mampu menelurkan produk yang sukses diterima pasar seperti Gmail, Chrome, dan YouTube? Rahasianya adalah kreativitas karyawannya plus tempat kerja yang menyenangkan.

Selama ini perusahaan menerapkan aturan 60% time dalam bekerja, di mana karyawan didorong untuk menghabiskan 20% waktu kerja mereka untuk melakukan apapun yang mereka sukai. Karyawan memang tidak selalu sukses menciptakan produk baru yang menguntungkan perusahaan, namun aturan tersebut dipercaya menjadi muara lahirnya kreasi-kreasi besar Google.

Koordinator PDMA Indonesia, Manajemen Pepey Riawati Kurnia, menilai, perusahaan membutuhkan iklim dan budaya inovatif. Iklim inovatif selalu berhiaskan penghargaan terhadap ide-ide kreativitas dan segala unsur yang ada dalam perusahaan. Untuk menstimulasi kreativitas adalah dengan memulai menstimulasi otak kanan melalui pendidikan di sekolah dan rumah. Sayang, birokrasi di kantor bisa menekan kreativitas. Inilah pentingnya ditumbuhkan budaya inovatif.

pepey

“Budaya inovatif cenderung informal dan organik. Organik yang dimaksud yaitu antarrelasi berlangsung begitu saja. Tidak kaku, tidak harus melalui unsur birokratik yang berlapis. Semua dilakukan secara informal. Dalam organisasi, organik disebut entrepreneurial,” katanya kepada SWA Online.

Menurut dia, perusahaan juga harus memiliki sistem dalam proses pengembangan produk baru, mulai dari ide hingga peluncuran produk, yang disebut The State-Gate System yang dipopulerkan oleh Robert G Cooper. Ia seperti sebuah blue print untuk mengelola proses pengembangan produk baru sehingga bisa lebih efektif dan efisien, yang berfungsi sebagai alat untuk memenangkan persaingan.

“Di setiap tahapan ada gate, atau proses lanjut ataupun tidak yang dilakukan dalam pengembangan produk. Dalam perusahaan, The State-Gate System ini dimodifikasi. Dari riset bertahun-tahun yang dilakukan Robert G Cooper, 90% perusahaan yang berhasil adalah mereka yang memakai The State-Gate System,” ujarnya.

Menurut Pepey, perusahaan yang berhasil melakukan inovasi adalah mereka yang bisa fokus pada kelebihan yang dimiliki. Perusahaan juga mesti jeli dalam mengelola portofolio untuk mengetahui proyek mana saja yang menguntungkan. Selama ini, banyak perusahaan yang belum maksimal mengelola portofolionya.

“Secara umum, ada beberapa jenis inovasi. Incremental, yakni hanya fokus berinovasi pada produk. Mudah, murah, dan cepat adalah kata kunci untuk jenis inovasi ini. Moderat, lebih berdampak pada divisinya, misalnya di divisi pemasaran. Terakhir, breakthrough atau radikal yang berdampak pada perusahaan,” ungkapnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)