Perusahaan Telko Singapura Siap Investasi US$ 150 Juta ke Indonesia

Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali mencatatkan minat investasi dari Singapura sebesar US$ 150 juta (sekitar Rp 2,02 triliun). Investor Singapura tersebut berminat untuk menanamkan investasi di sektor telekomunikasi, terutama terkait penyediaan jalur komunikasi terintegrasi.

Franky Sibarani, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, berujar, perusahaan telekomunikasi Singapura tertarik untuk membangun jaringan fiber optik di Surabaya dan Jakarta. BKPM optimistis bahwa ke depan minat investasi dari Singapura akan terus meningkat. “Setelah Surabaya dan Jakarta mereka akan membangun jaringan fiber optik di kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa sehingga akan menginterkoneksikan keseluruhan pulau Jawa,” jelasnya.

Sumber foto: istimewa Sumber foto: istimewa

Investor di sektor telekomunikasi tersebut rencananya akan membentuk dua perusahaan di Indonesia untuk menangani keseluruhan proyeknya. Investor Singapura tersebut berasal dari perusahaan dengan pengalaman 20 tahun dalam investasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

“Jadi mereka hanya berperan sebagai jasa penyedia dan operasi infrastruktur telekomunikasi yang netral perusahaan hanya mengoperasikan infrastruktur jaringan telekomunikasi tanpa adanya afiliasi dengan penyedia jasa telekomunikasi lainnya,” paparnya.

Perusahaan juga telah memiliki aktifitas usaha di Kamboja dan Myanmar dimana perusahaan telah memiliki dan mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi pasif di antaranya 8.600 kilometer jaringan fiber optic terpasang di Kamboja dan 5.000 kilometer di Myanmar. Di negara tersebut perusahaan mendapatkan tax holiday selama 9 tahun.
Indonesia juga memiliki insentif investasi berupa Tax Holiday selama 15-20 tahun yang diberikan kepada investor yang memenuhi persyaratan tertentu.

Singapura merupakan salah satu sumber FDI terbesar di Indonesia. Dari catatan BKPM, sejak tahun 2010 hingga kuartal ketiga tahun 2015, FDI dari Singapura mencapai hampir US$ 30 miliar yang terdiri dari 6.868 proyek. Jumlah tersebut merupakan kontribusi dari beberapa sektor di antaranya sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, pertanian dan perkebunan, pertambangan, industri makanan, industri mineral dan bukan metal, serta ketenagalistrikan, gas dan air.

Dari data yang dirilis oleh BKPM periode Januari-September 2015, Singapura merupakan negara dengan peringkat teratas dengan nilai investasi mencapai US$ 3,5 miliar; kemudian disusul dengan Malaysia US$ 2,9 miliar, Jepang US$ 2,5 miliar, setelah itu Korea Selatan US$ 1,0 miliar dan Belanda US$ 0,9 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)