Pesan Nenny Soemawinata untuk Meniti Karier Cemerlang

Di usia yang sudah mencapai kepala enam, Nenny Soemawinata masih tetap energik dan penuh semangat dalam menjalani hari-harinya. Sebagai Managing Director / Chief of the Foundation Executives Putera Sampoerna Foundation, ibu dua anak ini masih memastikan secara operasional proyek-proyek dari foundation berjalan dengan baik.

20160301_124933-640x480Wanita kelahiran 62 tahun yang lalu ini mengawali kariernya dengan masuk ke dunia perhotelan. Mula-mula ia bergabung dengan Hotel Borobudur, dua tahun kemudian, ia pindah ke Hotel Mandarin sebagai Assistant Sales Manager hingga menjadi Sales Manager.

Menyadari dirinya yang bersifat ekstrovert membuat wanita lulusan Computer Programming di Auckland Technical Institute di New Zealand ini merasa kurang terangsang untuk lebih meningkatkan kemampuannya. “I want to do more dan ia ingin yang lebih tantangannya.

Akhirnya,  Nenny  pindah dan banting stir dengan masuk ke dunia advertising. “Perusahaan advertising pertama yang saya masuki adalah Fortune, di sana saya bekerja 5 tahun. Lalu saya pindah ke perusahaan lain selama 10 tahun,” lanjutnya.

Kariernya terus berlanjut dengan menjajal dunia pertelevisian ketika bergabung dengan ANTV sebagai Marketing Director, kemudian meningkat menjadi General Manager hingga akhirnya menjadi CEO. Sifatnya yang begitu energik membuatnya ingin terus berkembang hingga ia putuskan bergabung di RCTI sebagai Director of Operations.

“Saya juga bantu membuka Global TV pada saat itu. Setelah itu saya memiliki bisnis sendiri dan masuk ke dunia mobile. Lalu saya juga menjadi konsultan untuk Grup MRA dan bantu di O’Channel. Kemudian saya ke Malaysia untuk membantu proyek Berjaya Group,” kata dia menjelaskan.

Beberapa tahun berkarya di negeri jiran, di 2008 krisis yang melanda membuat ia kembali ke Indonesia. “Saat krisis itu, Pak Putra Spoerna ammenghubungi saya untuk balik ke Indonesia dan membantu di Sampoerna Foundation,” kenangnya.

Perjalanan kariernya yang begitu panjang membuatnya sudah paham betul bagaimana dunia profesional. Berbagai bidang sudah ia geluti dalam karirnya, namun uniknya ia tidak menggeluti bidang yang menjadi latar belakang pendidikannya.

”Bagi saya, pendidikan itu hanya sebagai dasar untuk menguatkan pola berpikir kita. Dari pendidikan itu akan memperkaya pengetahuan kita. Nah nantinya apa yang sudah kita pelajari seperti analytical thinking dan critical thinking itulah yang akan kita aplikasikan dalam pekerjaan. Yang penting kita mau open minded dan mau belajar,” ungkapnya menjelaskan.

Karier yang terbilang cemerlang bukan berarti tanpa hambatan dan tantangan. Baginya tantangan ada bukan untuk ditakuti tapi untuk dihadapi. Berbagai cara ia lakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan untuk mendukung kinerjanya.

“Cara meningkatkan soft skill saya adalah dengan gaul, reading, hadir di seminar atau workshop yang menurut saya bermanfaat untuk pengetahuan saya dan go to the movies,” ceritanya.

Selain melalui cara yang serius, Nenny juga menyarankan untuk menekuni hobi yang kita miliki. Menurutnya ini menjadi penting untuk dilakukan karena menekuni hobi dapat membuat kita lebih mudah memanajemen stress dan energi yang kita miliki. “Kita juga harus bisa berkolaborasi dengan orang-orang, jangan sampai merasa bahwa diri kita lebih baik dan paling benar. Open minded itu penting,” tambahnya.

Ke depannya ia tidak lagi mengharapkan banyak hal untuk kariernya. “Saya sudah hampir memasuki usia pensiun. Yang saya harapkan anak muda Indonesia bisa penuh potensi serta dapat maju dan berkembang. Peran kita sebagai orang tua atau sesepuh adalah untuk memajukan anak Indonesia dengan bersama-sama meningkatkan pendidikan. Sedangkan untuk Sampoerna School System, saya berharap bisa terus ada dan mendidik sebanyak mungkin anak-anak untuk dijadikan future leader di Indonesia,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)