Pocari Sweat Edukasi Konsumen Lewat Media Sosial

Pocari Sweat menjadikan maraknya media digital di Tanah Air sebagai salah satu peluang dalam melakukan edukasi brand kepada konsumen. Mereka aktif melakukan kampanye positif atas brand miliknya melalui berbagai media digital, seperti email, telepon, website, dan seluruh media sosial atas nama Pocari Sweat.

Media digital tersebut juga menjadi sarana bagi Pocari Sweat untuk menjaga kepuasan pelanggan karena semua feedback bagi konsumen tersedia di media tersebut.

Daniel Pieter, Head of Marketing PT Amerta Indah Otuska (Pocari Sweat) Daniel Pieter, Head of Marketing PT Amerta Indah Otuska (Pocari Sweat)

Salah satu kampanye yang baru digarap Pocari Sweat adalah #saferunning. Melalui kampanye itu, Pocari Sweat ingin mengedukasi para pelari mengenai teknik berlari yang aman dan benar, seperti pentingnya kebutuhan akan minuman yang mengandung ion sebelum, saat, dan setelah berlari, dan berbagai persiapan lainnya untuk menunjang better performance.

Kampanye tersebut bukan hanya bertujuan mempromosikan produk, tapi juga cara Pocari Sweat memberikan kepuasan kepada pelanggan untuk menjawab apa yang dibutuhkan (needs) and apa yang diinginkan (wants) mereka.

Daniel Pieter, Head of Marketing Pocari Sweat, menuturkan, melalui media digital, saat ini konsumen lebih berani bersuara untuk mengungkapkan kebutuhan, saran, kritik, serta keinginannya.

Sebagai brand, Pocari Sweat harus mendengarkan suara-suara tersebut, menindaklanjutinya dengan memberikan respon yang cepat, dan mengeluarkan produk dengan menyesuaikan needs and wants dari konsumen.

“Beberapa tahun lalu, konsumen mengemukakan pendapat dan keluhannya melalui media konvensional seperti surat pelanggan atau call center. Sekarang mereka bisa berbicara kapan saja melalui media digital," katanya.

"Perbedaan ini merupakan tantangan positif untuk sebuah brand, dengan media digital ini kita bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen. Ini tantangan positif bagi perusahaan untuk dapat semakin dekat dengan konsumen.”

Menurut Daniel, media digital terutama media sosial (sosial media/sosmed) merupakan tools untuk membangun engagement dengan konsumen sebab perusahaan bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen.

“Media sosial digunakan untuk mendengarkan suara dari mass audience dari seluruh Indonesia. Sedangkan untuk komunitas kita memiliki tim below the line yang bisa berkomunikasi secara langsung ke komunitas di hampir seluruh kota besar di Indonesia untuk mendengarkan suara mereka,” ujar dia.

Meski menjadikan media digital sebagai peluang memuaskan pelanggan, Pocari Sweat tetap menjadikan media konvensional seperti televisi sebagai media utama dalam media investment mix Pocari Sweat.

Meski perusahaan tidak dapat memungkiri bahwa media digital berperan semakin penting untuk sebuah brand untuk dapat berinteraksi secara personal kepada konsumen.

“Karena itu, kami coba lebih berani berinovasi dalam mengalokasikan budget pemasaran kami. Kami juga berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas produk sehingga kami bisa berkontribusi secara signifikan dalam kehidupan dan kesehatan masyarakat. Upaya ini membuahkan hasil berupa pertumbuhan positif bagi market dan bisnis kami,” kata dia. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)