Portofolio Bisnis Data Center Diprediksi Akan Tumbuh Paling Pesat

Salah satu anak usaha PT Telkom Tbk (Persero), Telkomsigma, pada tahun 2017 ini bisnisnya diprediksi akan tetap tumbuh baik seiring menguatkan bisnis infrastruktur di Indonesia. Telkomsigma sebagai pemain utama di bidang infrastruktur telekomunikasi, diperkirakan juga akan ikut menikmati geliat pasar. Terlebih pada tahun-tahun sebelumnya Telkomsigma sudah melakukan investasi sehingga diperkirakan tahun 2017 dan 2018 merupakan tahun saat mereka menikmati panen dari investasinya.

Salah satu keunggulan kompetitif Telkomsigma di jasa layanan TI, tidak bergantung pada satu ceruk layanan bisnis saja. "Kami punya tiga portofolio bisnis yang kami singkat dengan SDM. Yaitu system integration, data center dan managed service. Yang paling besar kontribusinya, sekitar 50-60 persen, dari bisnis system integration, lalu 30 persen dari bisnis data center dan sisanya dari layanan managed service," ungkap Judi Achmadi, CEO Telkomsigma.

Judi Achmadi, CEO Telkomsigma Judi Achmadi, CEO Telkomsigma

Telkomsigma terus mencoba berinovasi dalam memberikan solusi-solusi bagi klien agar meringankan anggaran belanja TI klien, dan di lain sisi, mereka mendapatkan benefit maksimal dari keberadaan layanan TI Telkomsigma. "Kita sarankan klien tidak perlu langsung investasi besar sendiri untuk suatu project IT. Telkomsigma yang membiayai dan invest. Caranya bagaimana? Setelah kita keluarkan Capex-nya, kita deal dengan mereka selama lima tahun, Telkomsigma yang me-manage service IT-nya. Mereka bayar bulanan saja. Jadi mereka tidak harus membayar Capex yang besar di awal," Judi memberikan contoh layanan Telkomsigma. Dengan cara itu, kata Judi, masing-masing klien bisa fokus mendanai capex untuk bisnis utama mereka.

Setelah pada tahun 2016 Telkomsigma mampu tumbuh sekitar 30%, maka tahun 2017 ini diharapkan pertumbuhannya juga bisa diatas 30%. Pihaknya ingin memperkuat layanan industri secara vertikal agar makin dalam dan ahli dalam melayani suatu sektor. Untuk itu pihaknya memperkuat tim dengan merekrut para expert di masing-masing sektor.

Telkomsigma juga akan mengikuti irama pertumbuhan digital company yang belakangan ini makin menguat. "Sekarang, di luar negeri, yang punya capital besar justru GAFAM, singkatan dari Google, Amazone, Facebook, Apple, Microsoft. Mereka itu semua perusahaan digital. Kami harus masuk ke sana. Kami sudah mulai support itu." kata Judi. Pihaknya juga akan mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur yang sekarang sedang digalakkan pemerintah.

Dari sisi bisnis, Judi melihat portofolio bisnis datacenter akan berkembang paling pesat karena pemerintah akan mengatur penggunaan datacenter bagi perusahaan asing, sesuai PP Nomor 82 tentang Data Center. Perusahaan-perusahaan asing akan diharuskan untuk memiliki datacenter di Indonesia. Untuk itu Telkomsigma sudah berdiskusi dengan kalangan perusahaan PMA dan akan memberikan solusi B2B ke mereka "Kami yakinkan data center di Indonesia lebih murah dibanding biaya data center mereka di luar negeri. Bila dengan kami, mereka tidak hanya bisa membangun data center, tapi juga mendapat layanan solusi-solusi lain seperti layanan cloud dan layanan lain," Judi meyakinkan. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)