Potensi 1,1 Miliar Penduduk UE-ASEAN Menggiurkan Pasar Penerbangan

Integrasi yang lebih jauh yang akan dilakukan oleh negara-negara ASEAN dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN menarik perhatian Uni Eropa (UE). Karena mereka lebih dulu berpengalaman dalam hal integrasi. Salah satu hal yang akan terintegrasi nantinya adalah sektor penerbangan. UE pun berpandangan, kedua kawasan ini harus bekerja sama secara lebih mendalam untuk menggali potensi yang ada.

Rencananya, pada tanggal 11-12 Februari 2014, para pemangku kepentingan di industri penerbangan baik di ASEAN maupun UE akan berdiskusi dalam forum KTT Penerbangan UE-ASEAN, yang berlangsung di Singapura. Di Jakarta, Senin (10/2/2014), Andreas List, Senior Coordinator for ASEAN (EU Delegation to Indonesia), menyebutkan bahwa KTT tersebut diadakan, salah satunya, untuk menunjukkan bahwa UE merupakan mitra jangka panjang yang baik bagi ASEAN dalam proses integrasi, termasuk di bidang industri penerbangan. "Ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa UE adalah mitra jangka panjang ASEAN," ujar dia.

uni eropa

Disebutkan bahwa lalu lintas penerbangan antara UE dan ASEAN tumbuh hampir dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir hingga mencapai lebih dari 10 juta penumpang di 2012. ASEAN sendiri terdiri dari sepuluh negara, sedangkan UE terdiri dari 28 negara. Sehingga total populasi keduanya ada lebih dari 1,1 miliar orang. Melihat hal itu, wajar bila pasar penerbangan UE-ASEAN cukup besar. Diperkirakan, pertumbuhan rata-rata pasar penerbangan tersebut sebanyak 5 persen per tahun selama 20 tahun mendatang.

Besarnya potensi ini berusaha digarap oleh para pemangku kepentingan terkait industri penerbangan baik UE dan ASEAN. Mereka akan bertemu dalam forum KTT yang bakal membahas sejumlah topik. Pertama, mengenai pasar penerbangan tunggal. Kedua, gambaran perkembangan pasar dan peluang bisnis di ASEAN dan UE, dan pasar penerbangan ASEAN-UE. Ketiga, keselamatan penerbangan. Keempat, pengelolaan lalu lintas udara dan bandara. Terakhir adalah prospek kerja sama ASEAN-UE yang lebih besar.

Jadi, KTT penerbangan ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengkaji potensi kerja sama yang lebih erat antara kedua kawasan, termasuk kemungkinan dibentuknya perjanjian wilayah penerbangan tanpa batas atau disebut open skies. "Tujuan yang hendak dicapai di KTT tersebut adalah untuk mengupayakan diadakannya perjanjian di bidang penerbangan sehingga dapat mencapai suatu konvergensi," tandas Andreas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)