Potensi Bisnis Transportasi Kencang, Express Makin 'Ngebut'

Seiring dengan kondisi ekonomi yang baik, bisnis di bidang transportasi pun terus menggeliat. Permintaan di transportasi darat terus bertumbuh secara berkelanjutan sebanyak 12,3 persen selama 2007-2011.

Khusus di industri taksi, permintaan masyarakat akan salah satu moda transportasi ini dipandang akan terus bertumbuh. Maklum, pertumbuhan ekonomi kelas menengah mencapai 20 persen per tahunnya. Belum lagi, jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah.

Melihat kondisi tersebut, sebagai salah satu pemain besar di transportasi darat, PT Express Transindo Utama Tbk (Express Group) akan terus membesarkan bisnisnya demi meraup pangsa pasar yang lebih besar. Berbagai strategi dijalankan untuk bisa bersaing dengan pelaku industri sejenis yang kian bermunculan.

Jajaran direksi PT Express Transindo Utama Tbk (Express Group)

“Jumlah armada taksi yang tersedia di Indonesia hanya 0,24 untuk 1.000 orang per akhir 2011. Masih jauh di bawah Malaysia dan Singapura yang masing-masing memiliki jumlah armada per 1.000 orang sebanyak 3,12 dan 5,2,” terang Daniel Podiman, Direktur Utama Express Group, di Jakarta, Senin (29/4/2013).

Demi bisa melayani konsumen yang lebih banyak, Daniel menerangkan, Express Group akan melakukan strategi khusus dengan dua fokus utama. Pertama adalah menambah jumlah armada. Rencananya, tahun ini, perusahan bakal menambah 2.000 unit taksi regular. Dengan penambahan itu, jumlah taksi regular ditargetkan bisa mencapai lebih dari 10.000 unit di akhir 2013. “Ekspansi akan tetap mengarah pada taksi regular di Jadetabek,” tambah David Santoso, Direktur Keuangan Express Transindo Utama.

Fokus kedua adalah peningkatan teknologi dan sumber daya manusia. Terkait teknologi, Express Group telah mengaplikasikan sistem prabayar sebagai salah satu alternatif pembayaran, yang bekerja sama dengan BCA Flazz di armada taksi Express. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada karyawan dan pengemudi untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanannya.

Dalam melakukan strategi tersebut, perusahaan pun menggelontorkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar pada tahun ini. David menambahkan, “Capex (belanja modal) itu akan digunakan untuk taksi, kendaraannya terutama, dan juga fasilitas-fasilitas pendukungnya.” Sumber pendanaan belanja modal itu, lanjut dia, adalah modal sendiri dan pinjaman yakni melalui Bank Central Asia. “Dengan porsi mencapai 50:50,” imbuhnya.

Seiring dengan rencana ekpansi pada tahun ini, Express Group lantas menargetkan pertumbuhan pendapatan dengan kisaran 30-35 persen. “Untuk tahun ini sendiri, kami menargetkan revenue hampir mencapai Rp 700 miliar. Dengan tingkat pertumbuhan laba hampir mencapai 50 persen dari tahun 2012,” tandas David. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)