The Power of Human Touch ISS Indonesia

Presdir dan CEO PT ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan.

Ada sejak tahun 1901, ISS pertama kali didirikan di Copenhagen. ISS telah mempekerjakan 550.000 karyawan di seluruh dunia dengan menawarkan berbagai layanan seperti cleaning services, support services, property services, catering services, security services, dan facility management services. Saat ini ISS Indonesia telah mempekerjakan lebih dari 60 ribu karyawan dan beroperasi di 23 provinsi melalui 1 kantor pusat dan 9 kantor cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Menurut Presdir dan CEO PT ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan, pertumbuhan jumlah karyawan di Indonesia cukup baik. Secara financial, pertumbuhan revenue perusahaan sejalan dengan kenaikan UMR. “Tahun ini kenaikan UMR sekitar 8,5%, dan ini menjadi indikator minimum pertumbuhan bisnis perusahaan kami,” ungkapnya.

ISS Indonesia telah ada sejak tahun 1996, menyediakan jasa layanan terintegrasi terdepan yang melayani sekitar 3,000 klien. Kantor cabang ISS Indonesia tersebar di Medan, Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makasar, Bali, dan Palembang. “Dengan dukungan sekitar 60 ribu lebih orang karyawan, ISS Indonesia melayani beragam industri mulai dari industri pertambangan dan manufaktur, institusi perbankan dan finansial, industri komersil dan ritel, hingga bandara, gedung-gedung perkantoran dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Fokus pada people, process & technology dalam pengelolaan human capital, ISS Indonesia berusaha melakukan pengembangan SDM. Bagi Elisa, menciptakan employee yang engage akan menghasilkan kepuasan untuk pelanggan. “Kepuasan dari pelanggan akan menghasilkan business outcome yang bagus dan stakeholder values. Engagement antara karyawan dan perusahaan juga menciptakan leadership yang kuat dari dalam,” ungkapnya.

ISS Indonesia berusaha memberikan gaji ke pegawainya dengan standar UMR atau UMK, ditambah BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerajaan dan BPJS Pensiun Pokok. ISS Indonesia berusaha menaati regulasi yang telah ditetapkan. “Ini menjadi pembuktian bahwa kita fokus pada people, management dengan result yang baik sebagai konsekuensinya. Bagi ISS Indonesia, aset utama adalah SDM. Oleh karena itu, kami mengedepankan pelatihan dan pemberdayaan untuk memberikan layanan berkualitas dengan pendekatan The Power of the Human Touch,” tambahnya.

ISS Indonesia beroperasi dengan sistem kerja yang berbeda dengan persepsi umum tentang outsourcing. ISS Indonesia menawarkan jasa pekerjaan, bukan tenaga kerja. Karyawan menjalin perjanjian kerja dengan ISS, sehingga tidak tergantung kontrak antara ISS dengan pengguna jasa (klien). Sebagai perusahaan jasa terbesar ISS Indonesia tidak akan bertarung dengan kompetitor dalam perang ‘banting harga’ dengan mengorbankan hak-hak normatif karyawan. “ISS Indonesia tidak mengeksploitasi karyawan bahkan menjadikan karyawan sebagai modal (human capital). ISS menempatkan pemberdayaan sebagai salah satu investasi terbesar. ISS juga memberikan kesempatan bagi karyawan yang berpotensi untuk mengembangkan karir dengan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan karyawannya,” ungkapnya.

Pada tahun 2002, ISS Indonesia membentuk ISS Service School & Academy yang terus berkembang menjadi satu-satunya ISS Service School di dunia. Sebanyak 35 kelas pelatihan dan 40 tenaga pengajar dengan kapasitas 30.000 karyawan setiap tahunnya tersedia di ISS Service School & Academy. Sebagai bentuk penghargaan terhadap karyawan, Golden Heart Award dan The Best Employee Award diberikan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Hal ini ditujukan sebagai bentuk dukungan dan hormat atas integritas dan kontribusi positif para karyawan.

Management and Leadership Development Program (MLDP) juga diciptakan ISS Indonesia dengan menggandeng tiga universitas terkemuka, yaitu Prasetya Mulya, Institut Teknologi Bandung, dan Bina Nusantara. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan SDM yang secara berkelanjutan dan konsisten dijalankan oleh ISS Indonesia. Selama periode program, para partisipan akan mendapat materi pengetahuan dan kompetensi yang mencakup tiga aspek, yaitu brain, heart, dan guts. Tahun 2016 lalu, kurang lebih 150 karyawan level manajer mengikuti program selama kurang lebih enam bulan,” jelasnya.

ISS Indonesia memberikan pelayanan terbarunya yaitu jasa pembersihan pembangkit listrik dan lingkungannya. SDM disiapkan secara khusus untuk pekerjaan ini karena membutuhkan perlakuan dan teknik khusus. Saat ini lini bisnis ISS Indonesia yang paling berkontribusi besar adalah jasa cleaning service dan security. Saat ini dari segi finansial, kontribusi ISS Indonesia terhadap ISS Global berada di urutan 22. Untuk segi SDM, ISS Indonesia merupakan yang terbesar, yaitu lebih dari 60 ribu tenaga kerja.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)