Print + Akan Tawarkan Franchise Bisnis Digital Printing

Bisnis digital printing kian marak sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia. Kini, tidak hanya Snappy ataupun Subur yang mendominasi bisnis ini, tapi kehadiran Print + akan menambah maraknya bisnis ini. Apalagi potensi pasar digital printing masih terbuka luas. Saat ini, total pasarnya sekitar 40 – 50 juta lembar/tahun atau sekitar Rp 500 – 750 miliar.

Angka tersebut masih dinilai sangat kecil karena masih sekitar 10% dari total pasar offset printing yang diperkirakan sebesar Rp 5 triliun/tahun. Melihat peluang bisnisnya yang menjanjikan itu, PT Infomedia Nusantara menghadirkan gerai pertama di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

Menurut Muhammad Awaluddin, Dirut Infomedia, bisnis digital printing merupakan konsekuensi Infomedia untuk fokus dalam salah satu portofolio bisnisnya di bidang printing & publishing. Terlebih, saat ini konsumen Indonesia perlahan-lahan mulai beraliah dari offset printing menuju digital printing.

Saat ini Infomedia telah berpengalaman lebih dari 35 tahun mengelola penerbitan direktori Yellow Pages dengan 74 buku direktori Yellow Pages yang totalnya 6 juta eksemplar di seluruh Indonesia, selain juga telah dipercaya mengelola direktori khusus/special directory berbagai segmen industri. Juga, mendistribusikan produknya dalam bentuk buku cetak 20.000 eksemplar yang dikombinasikan dengan e-book dan online di semua media yang dikelola Telkom dan Infomedia. “Jadi, terjun kedalam bisnis digital printing saat ini menjadi sebuah perluasan portofolio usaha bagi Infomedia. Bahkan, Infomedia berupaya untuk menjembatani bisnis creative advertising dengan menggunakan media printed yang merupakan salah satu value chain dari integrated advertising solution yang ditawarkan Infomedia,” kata Awaluddin.

Tahun ini, akan dibuka satu gerai lagi di Surabaya. Ke depan, gerai serupa akan dibangun segera di beberapa kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, Medan dan Balikpapan dengan target 50 gerai utama dalam 3 (tiga) tahun mendatang dengan mengembangkan franchise.

Sayangnya, Awaluddin belum bersedia membeberkan nilai investasi yang harus ditanamkan calon franchisee Print+ karena pola pengembangan gerai seperti ini baru akan digulirkan tahun 2013. “Nilainya masih akan kami tentukan, termasuk royalty fee. Sedanf dalam perhitungan,” ia menandaskan. Namun, sebagai gambaran, rencana franchise Print + akan dibagi menjadi 3 katagori yaitu Hub Print+ (investasi Rp 4-5 miliar), Ritel Store Print + (investasinya Rp 1-2 miliar) dan Kios Print+ ( Rp 50 juta), semua hanya untuk peralatan belum termasuk bangunan dan royalty fee.

“Nantinya kami bisa memberikan layanan digital printing, baik pick up service maupun delivery service, yang mana pelanggan hanya mengirim file saja dari kios Print+, mengingat pelayanan kami telah terintregrasi,” ujar Awaluddin.

Sebagai gambaran nilai investasi yang sudah digelontorkan Infomedia dalam bisnis digital printing untuk outlet Print+ di Kemang sekitar ini kurang lebih senilai Rp 7 miliar, terdiri dari investasi mesin digital printing, gedung dan bangunan, marketing serta sarana penunjang lainnya.

Untuk bisnis percetakan, tahun lalu membukukan pendapatan sekitar Rp 75 miliar (total pendapata Infomedia Rp 1,07 triliun). Tahun ini, bisnis printing ditargetkan bisa memberikan pemasukan Rp 100 miliar, dan Rp 15 miliar diharapkan dari gerai Print+ di Jakarta dan Surabaya. Sementara, total pendapatan Infomedia di 2012 ditargetkan Rp 1,3 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)