Prodia Belanja Modal Rp 300 Miliar untuk Cabang Baru dan Inovasi Layanan

Dewi Muliaty, CEO PT Prodia Widyahusada, Tbk. (bediri)

PT Prodia Widyahusada, Tbk akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebsar Rp 300 miliar untuk tahun 2018 ini. Jumlah tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah klinik laboratorium, referral lab dan next-gen lab, outlet POC (point of care) dan hospital laboratories. “Rata-rata kami akan tambah dua kali lipat dari jumlah yang sudah ada sekarang,” ujar Dewi Muliaty, CEO PT Prodia Widyahusada, Tbk.

Saat ini sudah memiliki 7 klinik laboratorium dan akan ditambah menjadi 13 klinik. Referral lab dan next-gen lab saat ini sudah ada 1 unit dan akan ditambah menjadi 4 lab. Lalu, specialty clinic juga akan ditambah dari 4 klinik menjadi 8 klinik. Kemudian 26 outlet POC akan ditambah 20 outlet lagi. Lalu untuk hospital laboratories, saat ini baru ada 3 laboratorium rumah sakit, nanti akan ditambah 5 laboratorium lagi.

Selain itu, Prodia juga akan mengalokasikan untuk pengembangan teknologi informasi khususnya yang mendukung efektivitas layanan Prodia. “Banyak proyek IT yang kami akan kerjakan untuk layanan dan internal improvement. Tapi lebih banyak untuk layanan, karena kan di digital era ini kami sadar tidak bisa lagi hanya layanan tradisional saja,” ungkap Dewi.

Seluruhnya akan dibiayai dari dana sisa IPO (initial public offering), “Kami masih memiliki dana sisa IPO, sehingga untuk semua rencana pengembangan itu akan diambil dari sana, kami belum ada rencana mengambil loan dari bank,” ungkap Dewi.

Selain agresif menambah klinik dan laboratorium baru, Prodia yang akan berusia 45 tahun pada 7 Mei mendatang, juga menggelar beberapa kegiatan CSR sebagai bagian dari kegiatan jelang ulang tahunnya.

Perusahaan laboratorium klinik itu menghibahkan 450 unit komputer ke sekolah, panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan. Sekolah dan yayasan yang sudah menerima hibah komputer diantaranya adalah SMP Negeri 76 Jakarta, SD Islam Attaqwa Jakarta, SD Rawasari 2 Jakarta, SD Kanisius Wonogiri, SD Negeri Beskalan No.14 Solo, Sekretariat Persatuan Orang Tua Thalasemia Indonesia (POPTI) Lampung, Sekretariat Jaringan ODHA Berdaya, dan Sekretariat Komunitas Odapus Lampung.

Selain itu, masih dalam rangakaina cara jelang ulang tahunnya, Prodia juga mengadakan skrining thalassemia bersama Kementerian Kesehatan di wilayah Garut dan Banten untuk masing-masing 100 orang di setiap kota. Selain itu juga akan diakan pemerikasaan gula darah dan ginjal secara gratis.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)