Produk Kerajinan Indonesia Laris Manis di Inacraft

Produk kerajinan buatan anak negeri tak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, produk tersebut seringkali laku keras ketika dijual dalam pameran baik di dalam dan luar negeri. Fakta terbaru adalah produk-produk kerajinan yang dipajang di Paviliun Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan, di pameran Inacraft 2013 yang berlangsung selama 24-28 April lalu, mendulang transaksi dagang yang fantastis.

Paviliun DJPEN yang bertemakan “Trade with Remarkable Indonesia” menempati area seluas 162 meter persegi di Assembly Hall 3, pada Inacraft tahun ini. Paviliun tersebut menampilkan 22 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat (Bandung, Bogor), Jawa Tengah (Solo, Pekalongan), Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan yang menampilkan produk-produk seperti keramik, bordir, fashion (batik, tas, dan alas kaki), kerajinan tangan (produk logam), dekorasi rumah, perhiasan, dan busana muslim.

“Total transaksi dagang yang kami peroleh tahun ini mengalami peningkatan sebesar 19,11 persen dari tahun lalu, yakni dari Rp 1.238.017.000 menjadi Rp 1.334.559.000,” jelas Gusmardi Bustami, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, di Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Pengunjung yang mendatangi paviliun tersebut bukan hanya berasal dari dalam negeri. Kehadiran buyer asing pun cukup ramai. “Dari transaksi (yang dibukukan) tersebut, beberapa repeat order prospektif datang dari Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Argentina, serta buyer lokal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan pameran Inacraft menunjukkan peningkatan penjualan ritel dan kontak dagang yang cukup baik setiap tahunnya. Tahun ini, pameran berhasil membukukan omzet sebesar Rp 215 miliar, atau naik sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Catatan positif juga ditemui pada angka ekspor. Pada tahun 2012, ekspor produk kerajinan Indonesia mencapai US$ 696,09 juta. Nilai ekspor ini meningkat 5,54 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai US$ 659,58 juta. Negara tujuan utama ekspor produk kerajinan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, dan Australia.

Secara keseluruhan, industri kerajinan Indonesia memang punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena telah memberikan kontribusi besar terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Demi menggarap potensi itu, produk kerajinan Indonesia perlu dikembangkan lagi.

Salah satu caranya, menurut Pradnyawati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag, perajin Indonesia perlu mulai mempertimbangkan penggunaan ecolabeling sesuai dengan tema go green yang semakin sering digaungkan di seluruh dunia. Dengan demikian, produk kerajinan Indonesia lebih berpotensi baik dari segi desain, kualitas, pengemasan, dan merek yang disesuaikan dengan selera pasar sekaligus ramah lingkungan.

“Kami (Kemendag) terus mendukung proses pengembangan ide dan inovasi demi memenuhi tren masa kini dan selera pasar. Untuk itu, 21 pemenang Inacraft Award 2013 juga akan diikutsertakan pada UNESCO Award of Excellence for Handicrafts 2013. Partisipasi Indonesia pada ajang internasional ini membuktikan kemampuan produk Indonesia untuk bersaing di pasar global,” tegas Pradnyawati. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)