PropertyGroup Incar Pasar Properti Indonesia

Properti Indonesia merupakan industri yang menarik perhatian pasar internasional, salah satunya  Steve Melhuish, CEO PropertyGuru Group, yang berpusat di Singapura. PropertyGuru telah digunakan oleh 14 juta konsumen properti dan menghasilkan 500 leads, untuk real estate developer dan agen pengiklan pada setiap bulannya di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Grup ini telah menerima investasi sebesar US$175 juta untuk mengembangkan pemasarannya di Asia. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi mobile di 4 negara dan 3 bahasa. Kini, grup ini pun masuk ke pasar Indonesia melalui Rumah.com yang berdiri dibawah naungan PropertyGuru Group. Menurut Steve, pada saat ini kota-kota besar di Indonesia, mengalami pertumbuhan urbanisasi 2x lipat setiap tahunnya.

IMG_20151210_120324_HDR

Urbanisasi ini didominasi oleh para kaum muda yang berusia 20 tahunan dan merupakan first jobber atau orang-orang yang baru pertama kali bekerja. Ke depannya para kaum muda ini akan menjadi bagian dari kelas menengah yang terus tumbuh. Pada saat ini ada 45 juta kelas menengah, yang pada 5 tahun kedepan akan meningkat 2x lipat.

Kelas menengah ini akan membutuhkan investasi, salah satunya properti. Baginya, pertumbuhan bisnis properti tak bisa dilepaskan dari pertumbuhan kelas menengah dan internet. “Sekitar 2-5 tahun yang lalu smartphone tidak semenjamur saat ini. Sekarang semua orang mengakses informasi melalui smartphone, ini tentunya merupakan potensi yang luar biasa," dia menjelaskan.

Saat in juga mulai banyak orang berinvestasi di luar negeri. Mereka melirik pasar internasional sebagai tabungan masa depan. Cona pun mencontohkan bahwa di Singapura pembeli nomor satu properti adalah orang Indonesia. di Malaysia, pembelian properti dikuasai oleh orang Singapura, sementara di Australia, pembeli properti nomor satu adalah China.

Pembelian ini tentunya tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya kemajuan teknologi informasi. Kebanyakan pembeli menggunakan akses internet untuk memilih properti yang mereka butuhkan. Hal ini tentunya menghemat berbagai hal seperti biaya dan waktu. Namun meski begitu, ia mengakui bahwa pasar Indonesia akan masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah politik, pembangiunan infrastruktur dan edukasi.

Ia optimistis pemerintah Indonesia, telah memiliki rencana yang matang dan masak dalam membangkitkan perekonomian di Indonesia, terutama bidang properti. Di bidang ini, sustainability menjadi isu utama. Menurut pria yang mendirikan PropertyGuru di tahun 2006, market yang cepat belum tentu menghasilkan penjualan yang memuaskan.

Ia mencontohkan Vietnam di mana pasar properti di negara tersebut berkembang dengan sangat cepat namun akhinya collapse. Pasar Indonesia cenderung melambat,, namun tetap berkembang secara pelan. Baginya, hal ini lebih baik ketimbang yang terjadi di Vietnam.

Market yang turun akan menyebabkan volume transaksi yang juga menurun. Ia pun menyarankan para agen untuk semakin bergerak ke ranah digital. “Saat ini konsumen Indonesia sudah bergerak ke arah online, tapi developer dan agen masih menjual dengan cara tradisional. Strategi marketing ini harus diubah," dia menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)