PT MRT Jakarta Jalani Tes Eksplorasi Konstruksi

Manajemen PT MRT Jakarta saat ini tengah melakukan tes eksplorasi sebagai persiapan menuju tahap konstruksi proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta mulai 31 Agustus hingga 18 September 2013 di dua lokasi pada Jalan Sudirman.

IMG_0014 foto by Lila Intana

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, menyebutkan tes eksplorasi dilakukan dalam rangka menuju persiapan tahap konstruksi Proyek MRT Jakarta Tahap I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Kontraktor pelaksana tes eksplorasi adalah konsorsium Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya dan Jaya Konstruksi.

Tes eksplorasi dilakukan di dua titik yang berdekatan di sepanjang Jalan Sudirman, yaitu di Kali Krukut (dekat Bendungan Hilir) dan di Fly Over Sudirman.

Untuk mengurangi dampak terhadap lalu lintas Jalan Sudirman, pelaksanaan tes ini akan dilakukan tengah malam mulai pukul 22.00 sampai 05.00 WIB. Selama proses pelaksanaan tes eksplorasi tersebut, Jalan Sudirman di lokasi tersebut tetap dapat dilalui kendaraan.

PT MRT Jakarta bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku akan berusaha sebaik mungkin agar proses pelaksanaan tes eksplorasi ini tidak terlalu berdampak pada lalu lintas Jalan Sudirman dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami akan berusaha memastikan agar hak pengguna jalan selalu diperhatikan, terutama terkait masalah kenyamanan dan keamanan berkendara,” kata Dono Boestami di Jakarta.

Untuk memastikan hal tersebut, selain rambu lalu lintas yang akan dipasang di kedua lokasi saat pekerjaan berlangsung, peralatan ringan yang digunakan juga akan disimpan di tempat terpisah dan hanya akan dimobilisasi pada saat pekerjaan berlangsung.

Selain itu peralatan berupa bor akan ditempatkan di area khusus di tepi Jalan Sudirman. Petugas pengalih lalu lintas juga akan disiagakan selama proses pekerjaan berlangsung untuk memandu pengguna jalan.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat pengguna Jalan Sudirman yang mungkin terdampak atas pelaksanaan pekerjaan ini. Proyek MRT Jakarta adalah proyek yang memiliki kompleksitas konstruksi yang sangat besar dan proses pembangunannya membutuhkan waktu lama serta akan cukup menggangu kondisi lalu lintas. Tapi ini kita lakukan agar cita-cita besar mengurangi kemacetan Jakarta melalui pembangunan proyek MRT ini dapat terwujud,” katanya.

Tes eksplorasi ini dimaksudkan untuk melakukan investigasi atas kondisi utilitas bawah tanah dan struktur saat ini yang mungkin dapat mempengaruhi rencana konstruksi dari Proyek MRT Jakarta.

Di lokasi Kali Krukut yang akan di investigasi adalah pondasi dari Jembatan Kali Krukut yang kemungkinan berpengaruh pada penggunaan mesin pengebor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM), sedangkan di lokasi Fly Over Sudirman akan diivenstigasi kondisi struktur tiang pancang yang mungkin berpengaruh pada rencana konstruksi Stasiun MRT Bendungan Hilir.

Metode Tes Eksplorasi Sementara itu Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M Nasyir menjelaskan bahwa tes eksplorasi yang dilakukan kali ini akan menggunakan dua metode testing yaitu Metode GPR (Ground Penetrating Radar) dan Metode Geomotography.

Metode GPR dilakukan dengan menindai permukaan jalan dengan menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mendapatkan visualisasi kondisi bawah tanah.

Sedangkan metode Geomotography adalah penindaian melalui dua lubang bor untuk mendapatkan visualisasi kondisi bawah tanah diantara kedua lubang tersebut dengan menggunakan gelombang seismik maupun elektromagnetik. Kedua metode testing yang dilakukan akan menggunakan peralatan khusus yang disiapkan oleh Institut Teknologi Bandung. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)