Red Planet Hotels Rencanakan Tambah 20 Hotel

Red Planet Hotels (Red Planet) berencana menambah sebanyak 20 hotel dalam kurun 4-5 tahun ke depan. Hotel-hotel tersebut akan berlokasi di daerah Jabodetabek dan sekitarnya. Jika rencana tersebut tercapai, maka Red Planet akan memiliki 27 hotel di Indonesia.

Hotel yang berdiri sejak 2010 ini  akan membangun 3 hotel terlebih dahulu di tahun 2106. Lokasi yang dibidik adalah Kelapa Gading, Central Business District (CBD) dan daerah di sekitar bandara Soekarno Hatta. Setiap pembanguan hotel barul diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp80-100 miliar.

PT Red Planet Indonesia Tbk

"Pertama kami akan kami bangun 3 hotel terlebih dahulu. Lokasinya di Kelapa Gading, CBD sekitar Kuningan atau Tendean, dan area di sekitar bandara, tapi di luar kompleks Angkasa Pura. Selain itu, kami juga akan bangun di Karawang atau Cikarang. Daerah-daerah itu yang kami bidik sekarang. Terkait nilai investasinya, rata-rata untuk pembangunan satu hotel itu memerlukan biaya Rp80-100 miliar, dengan 150 kamar. Dananya 50% kami peroleh dari pinjaman bank dan sisanya dari dana kami sendiri," papar Suwito, Presiden Direktur  PT Red Planet Indonesia Tbk.

Rencana penambahan hotel baru ini tidaklah mudah. Red Planet mengakui menghadapi beberapa kendala, seperti sulitnya izin pembangunan dan harga tanah yang terlalu tinggi untuk hotel ekonomis. Oleh karena itu, untuk mencapai target 20 hotel baru, Red Planet juga membuka peluang untuk akuisisi, tetapi belum menemukan kesepakatan.

Di tengah lesunya okupansi hotel di Indonesia, Red Planet optimis dapat meningkatkan kinerja hotel. Hal ini terlihat dari naiknya okupansi Red Planet sebesar 22% pada semester pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu. Hotel yang juga ada di Filiphina, Jepang, dan Thailand ini baru saja melakukan inovasi dari sisi teknologi guna meningkatkan efisienai.

"Okupansi hotel di Indonesia terutama Jakarta turun sekitar 15% tapi itu lebih ke hotel bintang 4 dan bintang 5, sedangkan untuk hotel ekonomis malah naik. Kami, 6 bulan pertama ada peningkatan 22% dibandingkan 6 bulan pertama di 2014 dan total revenue naik 88%. Selain itu, kami baru menerapkan near management dimana semua dilakukan secara computerized tanpa mlibatkan manusia. Kami juga baru meluncurkan mobile apps pada Mei lalu dan dampaknya tingkat okupansi kami naik 60%," tutup Suwito. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)