Jusuf Kalla: Indonesia Tetap Seksi bagi Investor

Indonesia tetap dinilai sebagai negara yang menarik bagi investor asing untuk berinvestasi di sini. Meski Indonesia sempat mengalami perlambatan ekonomi di berbagai aspek, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan banyak hal positif yang bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan perekonomian Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam acara The Economist Events: Indonesia Summit 2016. Dalam acara ini lebih dari 180 tokoh dari kalangan pemerintah, bisnis, akademisi dan organisasi internasional hadir dalam diskusi tingkat tinggi selama satu hari penuh.

Disampaikan dalam pidatonya, Kalla mengatakan bahwa tantangan untuk berkompetensi dengan negara lain cukup besar karena suku bunga kredit Indonesia tertinggi di Asia. ”Pemerintah sedang merancang program untuk menekan suku bunga kredit menjadi di bawah 10%, bahkan bisa di level 7% sampai 8% pada 2017. Bunga kredit konsumsi yang lebih rendah dari angka saat ini di kisaran 10-12 persen, bisa menggerakkan perekonomian dengan lebih cepat,” ujar Kalla.

Selain itu, masalah infrastuktur juga disinggung oleh Jon Fasman, Kepala Biro Asia Tenggara dari The Economist. “Jokowi, memiliki beberapa kebijakan unggulan diantaranya pemotongan subsidi BBM, penerapan program layanan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan, namun untuk infrastruktur yang bisa dibilang merupakan hambatan terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia perkembangannya masih sangat lamban,” ujar Jon.

Dalam tiga tahun ke depan diharapkan industri dalam negeri bisa lebih efisien. Hal ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, dan telekomunikasi, penurunan biaya juga bergantung pada bunga kredit dari perbankan.

Sementara itu menurut Daniel Hui, Managing Director of the China-ASEAN Investment Cooperation Fund, sektor e-commerce, logistik and consumer goods adalah sektor potensial yang atraktif untuk dimasuki investor asing.

Untuk diketahui, The Economist Events merupakan penyelenggara dari forum internasional untuk eksekutif senior yang mencari wawasan baru mengenai isu-isu strategis. Acara yang diselenggarakan meliputi konferensi untuk industri, acara manajemen, dan diskusi pemerintah yang diselenggarakan di seluruh dunia. Sebagai bagian dari The Economist Group, The Economist Events merupakan merek dengan pengalaman lebih dari 162 tahun.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)