Rekrutmen Pusri, Kini Zero Nepotisme

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) adalah salah satu perusahaan pupuk yang cukup disegani di wilayah ASEAN. Mereka adalah pelopor produsen pupuk di Tanah Air. Sayang, proses rekrutmen yang penuh dengan nepotisme dan intervensi membuat kinerja BUMN yang berdiri tahun 1959 itu tak jua melesat. Inilah yang menjadi perhatian manajemen.

“Dulu yang punya peluang untuk masuk menjadi bagian dari Pupuk Sriwijaya adalah mereka yang memiliki kedekatan tertentu atau ada keluarga di sana. Ini yang menjadikan perusahaan begini-begini saja. Padahal, perusahaan punya visi bisa berdaya saing di tingkat regional,” kata Erman Firdaus, Manager PSDM dan Organisasi Pusri.

Berangkat dari kondisi tersebut, manajemen memutuskan melakukan transformasi. Dalam sistem rekrutmen tidak boleh ada nepotisme dan zero intervention. Semuanya demi tercapainya visi perusahaan yakni menjadi produsen pupuk berdaya saing tinggi di ASEAN. Transformasi rekrutmen untuk freshgraduate di mulai tahun 2004. Prosesnya pun ditata kembali agar lebih rapi.

“Memang, pada awalnya mendapat banyak kendala. Bahkan, sempat didemo karyawan terkait perubahan yang dilakukan. Tapi, kami tidak menyerah. Prinsip kami, hidup-matinya perusahaan ini adalah untuk Indonesia. Ini yang membuat kami bersemangat untuk terus berbenah diri untuk menyiapkan SDM berkualitas,” katanya.

pusri1

Dengan adanya transformasi ini, lanjut Erman, tidak perlu ada lagi rekrutmen di tengah jalan karena semuanya sudah dipersiapkan sejak awal. Lagipula, rekrutmen untuk level manager ke atas yang selalu diambil dari luar hanya memiliki tingkat keberhasilan tak lebih dari 50%.

Proses pembenahan SDM yang cukup panjang membuat perusahaan harus menggandeng Pusat Karier Universitas Sriwijaya dan Lembaga Management FE Universitas Indonesia. “Kami juga menggandeng TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas untuk tahapan berikutnya,” kata dia.

Hasilnya? Pusri bisa mendapatkan karyawan yang berkualitas dan mampu mendukung tumbuh kembang perusahaan kebanggaan masyarakat Palembang itu. Agar karyawan betah, perusahaan punya strategi jitu, yakni memberikan pelatihan berjenjang dan kesempatan sekolah ke jenjang S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri untuk karyawan peringkat 50 terbaik.

“Untuk performance management sudah dengan sistem online. Jadi, dimanapun berada, kami bisa memasuki tahap penilaian. Semuanya dengan mudah kami lakukan,” katanya. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)