Remaja Dilibatkan Menekan Jumlah Perokok

Meningkatnya jumlah perokok di Indonesia, 34,2% di tahun 2007 menjadi 36,3% di tahun 2013, memicu Tobacco Control Support Center, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC – IAKM) menggelar kegiatan The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2014. Kegiatan yang bertemakan Tobacco Control : Save Lives Saves Money ini menjadi wadah yang tepat untuk menambah pengetahuan, berbagi pemikiran, dan bertukar pengalaman tentang pengendalian tembakau.
HTTS
Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI ini mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengendalian tembakau. Mengingat jumlah perokok remaja meningkat tiga kali lipat dari 7,1% di tahuan 1995 menjadi 18,3% di tahun 2013. Kesan macho, gaul, dan solidaritas yang dicitrakan iklan promosi dan sponsor rokok telah berkontribusi signifikan dalam menggiring remaja menjadi perokok aktif.

Tingginya niat industri rokok untuk menciptakan perokok-perokok baru dari kalangan anak-anak muda, menjadikan kegiatan ini sebagai penguatan tentang buruknya rokok bagi kesehatan.

Kegiatan yang dilangsungkan sebagai peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) ini, juga melibatkan kalangan dari akademisi. Kalangan akademis diharapkan dapat bergerak di bidang advokasi. Misalnya kampus bebas dari rokok, dimana kampus tidak menerima beasiswa sponsor dari rokok. Para praktisi dan peneliti diberi kesempatan untuk berpartisipasi memberikan presentasi dalam konperensi ini. Informasi lebih lanjut tentang pengiriman abstrak untuk presentasi oral dan poster bisa didapatkan melalui http://ictoh.tcsc-indonesia.org/form-pendaftaran-abstrak/.

Tingginya cukai rokok yang mencapai Rp50 triliun di tahun 2010, salah satunya disebabkan oleh murahnya harga rokok di Indonesia. Tetapi kerugian ekonomi yang ditimbulkan rokok mencapai hampir Rp250 triliun di tahun 2010. Oleh karena itu diadakan konferensi tingkat nasional di bidang tembakau dan kesehatan, akan diadakan untuk pertama kalinya di Jakarta, pada tanggal 30 – 31 Mei 2014, untuk tercapainya generasi berkualitas bebas asap tembakau.

Diharapkan pemerintah dapat menaikkan harga pajak rokok, untuk semakin menekan pertumbuhan perokok baru, terutama di kalangan anak muda.

“The strategies to youth do not have easy access to cigarettes. The health warning, besides coming on the 24 are going to be really important, because whenever the youth buy cigarettes, they look at the warning. That’s a good advertising tobacco control messages. As long as the cigarettes that easily available to them, this will continue. So, increase the tax of the cigarettes, increase the tax at 10% that is a reduction in the youth buying the cigarettes, because youth is very sensitive with to price,” ucap Ehsan Latif, International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) Director.

Kegiatan yang didukung juga oleh World Health Organization (WHO) ini, terbagi menadi dua konferensi.: Pra konferensi pada tanggal 29 Mei 2014 dan konferensi pada tanggal 30 – 31 Mei 2014. Pra konferensi akan diisi dengan “Workshop Penguatan Perguruan Tinggi dalam Pengendalian Tembakau” dan “Forum Pemuda” bagi para mahasiswa Perguruan Tinggi. Hari terakhir konferensi bertepatan dengan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada tanggal 31 Mei. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)