Resep Fresh Care Kuasai Pasar Minyak Angin

Pasar minyak angin aromatherapy masih dikuasai Fresh Care. Pelopor minyak angin dengan wangi yang menenangkan ini meluncur ke pasaran pada Oktober 2010 silam. Produk besutan PT Ultra Sakti ini menguasai 70% pasar.

“Berdasarkan perhitungan majalah Marketing 82%. Namun, dari hitungan kami sekitar 70%. Pertumbuhan tahun ini diharapkan 25% setelah sebelumnya di atas 25%," kata Direktur PT Ultra Sakti, Harun Pramono.

Menurut dia penjualan Fresh Care telah menyebar di seluruh Indonesia. Bahkan telah diekspor ke beberapa negara di Asia, seperti Malaysia, Singapura, China, dan Brunei. “Myanmar dan Vietnam masih dalam proses,” katanya.

Dalam melakukan branding, lanjut dia, perseroan mengandalkan aktivitas Above The Line (ATL) yang sedang tren. Caranya dengan melihat program TV yang ratingnya tinggi bukan stasiun TV yang sedang unggul.

“Di program yang kami sponsori, kami bisa built in, Jadi, ada section khusus untuk Fresh Care. Seperti saat ini kami sedang menjadi sponsor untuk acara D'Terong,” katanya.

Direktur PT Ultra Sakti, Harun Pramono Direktur PT Ultra Sakti, Harun Pramono

Meskipun telah menjadi market leader, perseroan tak mengurangi biaya promosi. Aktivitas ATL masih menyedot biaya paling besar yakni 60% dari total anggaran. Sisanya untuk kegiatan Below The Line (BTL).

Untuk mengantisipasi penurunan daya beli masyarakat, aktivitas BTL harus ditambah. Tahun ini, perseroan menggelar sekitar 2.000 event di seluruh kota di Indonesia bekerja sama dengan stasiun TV dan Radio.

“Kami juga pernah mengadakan kegiatan grebek pasar, display contest, dan jalan sehat untuk aktivasi merek,” ujar dia.

Harun menambahkan, perseroan tidak akan menyia-nyiakan sukses Fresh Care yang mampu menarik perhatian masyarakat hanya dalam waktu 3 bulan sejak dilepas ke pasar. Ajaib memang, berbeda dengan produk keluaran Ultra Sakti lainnya.

“Dalam waktu yang relatif singkat, sudah mulai terkenal. Mungkin Fresh Care ini masuk di saat yang tepat, right consumer, right produk jadi langsung cepat diterima konsumen,” katanya.

Untuk membangun merek, perseroan juga rutin melakukan survei internal maupun eksternal, mengevaluasi penguasaan pasar, meneliti langkah pesaing. Untuk menjaga harga, evaluasi ketigan promosi juga rutin dilakukan, termasuk audit ritel, pangsa pasar, kanal distribusi.

“Fresh Care sudah masuk ke semua modern market seperti Hypermart, Indomaret, Alfamart, Carrefour, Tiptop, dan lain-lain. Kami juga masuk ke semua medical channel seperti toko obat, apotek. Di toko kelontong pun kami sudah masuk,” katanya. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)