RI-Malaysia Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Untuk CPO

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan pemerintah Indonesia dan Malaysia sedang mempersiapkan pembentukan kawasan ekonomi hijau atau green economic zone.

"Tujuannya, mengembangkan produk turunan dari CPO, seperti oleochemical dan biofuel generasi kedua, dan lain-lain," katanya setelah pertemuan Council of Palm Oil Producing Countries, di Hotel Hyatt, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2015.

Untuk produksi turunan biofuel, menurut Rizal, sebelumnya Indonesia pernah memproduksi generasi pertama untuk campuran solar. Namun, untuk ke depan, Indonesia dan Malaysia akan mengembangkan turunan minyak sawit tersebut untuk campuran bensin Premium. "Bahkan kami akan mengembangkannya untuk campuran bahan bakar jenis avtur," ujarnya.

cpo1

Inisiasi pembentukan green economic zone ini, kata Rizal, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari industri minyak kelapa sawit. "Akan ada banyak manfaat yang dihasilkan."

Selain itu, pembentukan green economic zone ini tentunya akan tetap mengedepankan prinsip sosial dan lingkungan. "Pastinya prolingkungan juga petani-petani kecil baik Malaysia," ucapnya.

Rizal optimistis rencana ini dapat diwujudkan karena Indonesia dan Malaysia menjadi negara produsen CPO terbesar di dunia. "Hampir 85 persen penghasil CPO dunia didominasi Indonesia dan Malaysia," ucapnya.

Lebih lanjut Rizal menuturkan kesepakatan ini adalah bagian dari rangkaian rencana kerja sama dengan Malaysia untuk pembentukan dewan bersama negara produsen CPO. "Ini kan bagian dari tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dan PM Tun Najib Razak di Istana Bogor beberapa minggu lalu."

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)