RSCM-FK UI Dorong Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing

Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FK UI kembali menggelar bulan kepedulian bibir dan lelangit sumbing.

Bertajuk “Berbagi Senyum untuk Generasi Penerus Bangsa”, CCC RSCM meluncurkan booklet “Perawatan Pascaoperasi Bibir dan Lelangit Sumbing”, leaflet “Pentingnya Menjaga Kesehatan Rongga Mulut” serta program Craniofacial Cennter di daerah. Karena berdasarkan data World Health Organization 1 dari 500-700 bayi terlahir dengan bibir dan lelangit sumbing. Sementara di Indonesia diperkirakan terdapat 5800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing.

Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FK UI,dr. Kristaninta Bangun SpBP-RE (KKF), menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi bibir dan lelangit sumbing dan akibat yang ditimbulkannya. Sehingga bisa lebih cepat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang efektif sejak dini untuk mendapatkan hasil yang optimal di mana tidak hanya secara estetik namun juga secara fungsional.

“Masa yang paling optimal untuk melakukan operasi yaitu saat bayi berumur kurang dari 3 bulan, sehingga perbaikan fungsinya bisa mendapatkan hasil yang optimal ” ujarnya. CCC RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing. Pusat layanan ini menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi &inter disiplin dan berkesinambungan.

Untuk mendapatkan pelayanan CCC RSCM-FK UI, masyarakat bisa menggunakan BPJS Kesehatan dengan rujukan berjenjang.”Tidak semua bisa di-cover oleh BPJS, namun kami memiliki kerja sama dengan yayasan-yayasan sehingga bisa membantu meringkankan biayanya,” jelasnya. Ke depan, ia berharap masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidup anak serta mengukir senyuman dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
FKUI rscm

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)