Rugi Kurs Melonjak, Utang Indosat Naik 5,1 Persen

PT Indosat Tbk mencatat utang perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini meningkat 5,1 persen dibanding periode yang sama pada 2014. Presiden Direktur PT Indosat Tbk Alexander Rusli mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya penarikan pinjaman baru sebagai bagian dari program percepatan pelunasan untuk obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat.

Alexander Rusli Alexander Rusli

Alex mengatakan saat ini persentase utang perseroan dalam kurs dolar mencapai 32 persen. Hal ini menyebabkan perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 388,5 miliar akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar. "Semoga tahun depan utang dolar Indosat bisa turun 15-20 persen," katanya di kantor pusat Indosat, Jumat, 6 November 2015.

Untuk mengurangi jumlah utang tersebut, kata Alex, pihaknya akan membayar dengan arus kas perseroan yang mencapai US$ 500 juta. "Kami bisa melunasinya kapan saja. Tapi kalau dibayar sekarang, kami rugi," ucapnya.

Hasil kinerja PT Indosat pada kuartal III 2015 mencatat kerugian bersih perseroan mencapai Rp 388,5 miliar. Alex mengatakan kerugian ini disebabkan oleh kerugian selisih kurs sebesar 377,7 persen dari Rp 278,9 miliar pada kuartal II menjadi Rp 1.332,3 miliar pada kuartal III tahun ini.

"Kalau tidak ada selisih kurs, kami akan memperoleh laba sekitar Rp 300 miliar," tuturnya. Alex mengatakan saat ini utang luar negeri Indosat sebesar 32 persen menggunakan kurs dolar AS, sehingga kuatnya mata uang dolar membuat selisih kurs perseroan melonjak drastis.

Tempo.co

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)