Saat Resesi, Sarinah Malah Naikkan Gaji

PT Sarinah (Persero) memasuki usia ke-53 pada Agustus mendatang. Memasuki usia yang tergolong mapan, Dirut baru, Ira Puspa Dewi, melakukan pembenahan, terutama di sisi sumber daya manusia. Wanita yang sebelumnya memegang posisi Direktur Asia Pasifik GAP Inc., perusahaan apparel dunia ini melihat inilah saatnya meningkatkan efisiensi. Inflasi dan perlambatan ekonomi memangkas daya beli masyarakat.

“Efisiensi itu adalah bagaimana kita mengelola lebih cerdas sumber daya. Penurunan omset belum final angkanya berapa, tapi terasalah. Kami harus lebih kreatif dan inovatif, lebih cerdas dalam efisiensi,” ujarnya.

Namun, upaya tersebut dijalankan tanpa memangkas benefit buat karyawan. Gaji mereka justru dinaikkan pada awal tahun ini. Dia merasa langkah pemotongan gaji tidak manusiawi jika diambil saat semuanya serba sulit seperti saat ini. Inilah cara Sarinah membantu karyawannya agar tetap survive di masa sulit.

“Kami justru ingin invest on people saat sulit seperti ini. Kami tekan dan galak untuk pengeluaran lain diluar people seperti SPJ-SPJ yang tidak perlu, pengeluaran kertas, tinta dan sebagainya,” katanya. Ira memetik pelajaran dari apa yang dilakukan pelaku bisnis di Jerman di saat krisis ekonomi 2008. Mereka justru berinvestasi di sumber daya manusia kala negara-negara lain melakukan sebaliknya.

Ira Puspa Dewi sebagai Direktur Utama PT Sarinah (Persero), berpose di ruang kerja Sajuta Edisi19 2015 Ira Puspa Dewi sebagai Direktur Utama PT Sarinah (Persero)

Pelatihan dan upaya penguatan kompetensi karyawan diperbanyak. Terbukti, Jerman paling siap “berlari” kembali ketika ekonomi kembali membaik dibanding negara-negara Eropa lainnya.

“Secara moral, kenaikan gaji yang diberikan perusahaan bukan berarti uangnya sudah ada di brankas, tapi harus dicari. Jadi, kebersamaan makin kuat. Oh iya, kami sudah berani naikan gaji berarti harus bekerja lebih keras untuk mendapat uangnya. Jadi lebih semangat,” katanya.

Sementara itu, langkah efisiensi dilakukan untuk hal yang tidak terkait SDM seperti penggunaan tinta, printer, kertas dan sebagainya. Penghematan bisa mencapai separuh dari biaya yang dikeluarkan tahun lalu. Demi mendapatkan karyawan dengan beragam keahlian, Sarinah rajin menggelar training. Multi skilled employee adalah kunci yang akan digunakan Sarinah untuk lebih maju dari sekarang.

“Saya yakin manusia sebenarnya punya good value, ketika manajemen melakukan extraordinary decision, mereka apresasi, pay back-nya ayo sama-sama kita bersama membangun bersama Sarinah,” ujar wanita yang menghabiskan karir di GAP selama belasan tahun ini.

Training saat ini lebih banyak diberikan mulai dari general training, motivation training hingga profiling training sejak akhir tahun lalu. Bahkan karyawan diberikan training ke luar negeri untuk memberikan wawasan bagaimana pengelolaan departemen store di sana. Saat ini ada dua orang yang dikirim ke Hong Kong untuk komparatif ritel di sana.

“Kami juga ada training yang spesialis sesuai dengan pekerjaannya,” kata Margy N. Warganegara, GM Corporate Secretary & General Affair Sarinah. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)