Saatnya Perusahaan Melakukan Open Innovation

Sejak tiga tahun menjadi Vice President Internatioal PDMA, Allan M Anderson cukup mengenali berbagai inovasi sebuah perusahaan. Menurutnya, saat ini perusahaan perlu mengembangkan apa yang dinamakan dengan open innovation. Sebuah inovasi terbuka yang melibatkan berbagai stakeholder baik perusahaan maupun institusi.

Sebab, menurut Professor of Product Development di Universitas New Zealand itu, inovasi dalam sebuah perusahaan bagaikan darah dalam tubuh. Tanpa ada darah yang mengalir dalam tubuh perusahaan, maka dipastikan perusahaan itu akan mati. Sebagaiman slogan ‘innovation or die’, baginya itu bukan hanya slogan semata. Tapi adalah sebuah pilihan yang akan terus ada sampai dunia tutup usia. Berikut kutipan wawancara Jurnalis SWA Online Syukron Ali dengan Allan M Anderson di kantor PPM Jakarta:

Allan M Anderson, VP PDMA International (foto: Syukron Ali/SWA) Allan M Anderson, VP PDMA International (foto: Syukron Ali/SWA)

Apa pandangan Anda terhadap inovasi perusahaan di Indonesia?

Sejak tiga tahun terakhir, saya mengamati perkembangan inovasi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dan saya rasa apa yang saya saksikan itu cukup bagus. Sejauh yang saya ketahui, ada beberapa perusahaan di Indonesia yang sudah cukup bagus dan matang inovasinya dan bisa dijadikan contoh untuk pengembangan inovasi bagi perusahaan lain seperti Kino dan Tatalogam.

Apa saja tren inovasi yang berkembang saat ini?

Dari perkembangan inovasi saat ini, ada satu hal yang tidak kalah pentinya yaitu apa yang disebut dengan Open Innovation. Pada dasarnya open innovation sebagai sarana berbagai untuk mencari para inovator di sebuah perusahaan dengan cara bemitra dengan berbagai institusi dan perusahaan untuk menciptakan sebuah trobosan yang inovatif dalam perusahaan.

Menurut Anda, apa saja faktor-faktor yang berpengaruh dalam dunia inovasi?

Saya kira di tengah persaingain global ini, setiap perusahaan selalu belajar dari para best practice innovation dari perusahaan lain, lalu dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan mereka. Karena itu, para manajemen perusahaan berserta stakeholder perlu memikirkan langkah strategis dalam mewujudkan sebuah inovasi. Jika perlu, dibentuk SDM khusus yang menangani inovasi supaya dapat mendrive dengan tepat. Jika tidak, maka akan kalah saing dengan perusahaan lain.

Apakah jargon "innovation or die" masih tetap relevan sampai saat ini?

Saya kira topik mengenai inovasi atau mati ini akan terus berjalan selamanya, tidak hanya sejak tiga tahun yang lalu. Karena inovasi adalah bagaikan darah bagi perusahaan, jika tidak ada darah yang mengalir dalam tubuh perusahaan maka dipastikan akan meninggal. Tapi jika perusahaan terus berinovasi, dipastikan akan terus tumbuh dan bertahan dengan segala kondisi.

Bagaimana mengelola inovasi di saat dunia bisnis berubah sangat cepat dan penuh ketidakpastian?

Inti dari inovasi adalah berpikir kreatif, selalu melakukan trobosan baru dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Berpikir mengenai cara menyehatkan kondisi keuangan yang ada di tengah perubahan bisnis yang cepat.

Perusahaan juga perlu menemukan cara yang baru dalam menghadapi persaingan, bisa caranya yang benar-benar baru atau cara lama yang diperbaharuai. Memang terdengar sangat mudah dan simpel. Tetapi banyak perusahaan yang ternyata sulit untuk menjalankannya.

Apakah inovasi selalu berhubungan dengan pendanaan?

Pengalaman kami selama di New Zealand, dalam melakukan inovasi kami tidak mengandalkan dana. Bahkan dana sangat minim kami miliki. Tapi kami memiliki ide-ide segar untuk berkembang. Selalu proaktif, yakin dan percaya dalam mencapai tujuan dan selalu berpikir untuk mengerjakan hal-hal yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan.

Dana bukanlah cara utama untuk mencapai suatu kesuksesan dalam berbisnis. Meskipun memiliki dana yang banyak, tetapi perlu juga mencari orang-orang yang tepat untuk menjalankan bisnis, membangun budaya perusahaan yang kondusif dan yang mengarahkannya pada jalan yang tepat.

Dan untuk menjadi perusahaan inovatif, tidak harus mengandalkan pada sisi teknologi dan tidak perlu membuat suatu teknologi baru agar dinilai sebagai perusahaan yang inovatif. Karena teknologi adalah satu aspek dari sebuah inovasi. Seperti halnya Uber, sesungguhnya yang dilakukan adalah membuat sebuah bisnis model yang berbeda dari sebelumnya.

Tetapi bukankah teknologi itu sebuah keharusan di saat ini?

Saya kita itu kurang tepat. Maksud saya teknologi adalah bagian dari sebuah inovasi, tapi bukan inovasi itu sendiri. Jika kita belajar mengenai Uber, mengapa teknologi sangat dibutuhkan. Karena Uber membutuhkan teknologi untuk melakukan komunikasi dengan pelanggan, untuk memesan kendaraan itu sarananya teknologi.

Karena itu, jika Anda berpendapat bahwa teknologi adalah suatu kebutuhan untuk melakukan sebuah inovasi, maka itu benar. Tapi jika anda berpendapat bahwa harus mengembangkan teknologi supaya dapat berinovasi, maka itu salah. Semua tergantung dari jenis produk dan sektor perusahaannya.

Inovasi juga bisa dilakukan dengan mengombinasikan antara bisnis model yang baru dengan teknologi, atau menggunakan aspek teknologi secara keseluruhan dalam berinovasi. Tetapi tidak semua perusahaan dapat membuat sebuah teknologi baru.

Apa yang masih harus dibenahi agar inovasi dalam dunia bisnis di Indonesia dapat berjalan dengan baik?

Saran saya kepada seluruh pemimpin perusahaan di Indonesia. Supaya mengenali apa yang akan menjadi target untuk perusahaan, harus memiliki visi yang jelas, perlu mengidentifikasi pekerjaan yang spesifik untuk menuju visi perusahaan dan harus proaktif dalam mengembangkan produk baru di pasar serta membuat strategi yang jelas dan tepat supaya perusahaan tetap berkembang dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)