Saatnya SDM Indonesia Padukan Nilai Budaya Lokal dan Global

Berdasarkan laporan IMD World Talent Report 2015 dan The Human Capital Report 2015, saat ini, kemampuan human capital Indonesia di peringkat dunia masih berada di level menengah. Padahal untuk bersaing di tingkat global, tenaga kerja Indonesia dituntut memiliki keahlian dan ketrampilan level dunia. Talent harus memegang nilai-nilai budaya lokal untuk menyeimbangkan budaya luar. Keseimbangan antara kemampuan global dengan nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu isu penting yang menjadi sorotan kalangan human capital atau SDM di Indonesia.

Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) (tengah) Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) (tengah)

Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI), menekankan pentingnya pengembangan human capital di Indonesia agar peringkat Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Ia berharap agar talenta-talenta muda Indonesia bisa mewujudkan hal tersebut. Salah satu cara yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan mengadakan seminar yang membahas mengenai isu-isu yang terjadi di bidang human capital.

“Saya yakin kita punya banyak talent berbakat yang menunggu untuk dipoles secara baik agar bisa bersinar cemerlang di dunia,” kata Herdy. Ia ingin agar talent muda Indonesia bisa membuka diri terhadap berbagai perkembangan termasuk di dunia kreatif dan digital. FHCI berencana untuk menggelar Human Capital Summit 2016 pada tanggal 27-28 Oktober 2016 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Seminar tersebut akan mengangkat mengenai pengembangan human capital dan kondisinya di Indonesia. Dengan adanya kegiatan tersebut Herdy berharap talenta-talenta BUMN yang ada di Indonesia bisa menjadi semakin lebih baik dan mampu bawa BUMN ke persaingan tingkat global.

Menurutnya, bila BUMN bisa menunjukkan kinerja yang kuat, maka pemerintah bisa membentuk super holding. Nantinya super holding tersebut akan memayungi seluruh BUMN yang ada untuk menjadi kekuatan ekonomi bagi Indonesia.

Hal ini juga diamini oleh Malla Latif, CEO Portal HR. Menurutnya persaingan di dunia profesional semakin ketat. “Persaingan dunia profesional ke depan juga akan diramaikan oleh berbagai profesional asing. Bila kita tidak memiliki kapasitas dan kualitas yang lebih baik dari mereka, kita tidak akan mampu bersaing,” jelas Malla.

Baik Herdy maupun Malla berharap agar talenta muda Indonesia baik yang berada di BUMN maupun non-BUMN, bisa bersatu untuk mengembangkan ‘creative talent’ yang sesuai dengan bidang, peran dan organisasi mereka. Anak-anak muda ini diharapkan untuk memiliki satu visi, misi, dan tujuan yaitu memenangkan persaingan global. Bagi Herdy baik Malla, tujuan tersebut tidak akan bisa tercapai apabila pengembangan dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)