Saleh Husin: Industri Farmasi Masih Jadi Prioritas

Menteri Industri Saleh Husin, menegaskan, di tahun 2016, Pemerintah akan menggiatkan beberapa industri guna memajukan perekonomian Indonesia. Salah satu industri yang akan diberikan perhatian adalah  farmasi. Pasalnya, farmasi merupakan salah satu industri hajat orang banyak karena bersinggungan dengan kesehatan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, farmasi juga memegang kontribusi yang signifikan. Meski demikian, industri farmasi masih memiliki kelemahan, antara lain ketergantungan impor bahan baku yang masih sangat tinggi, yakni sekitar 90%. Untuk menekan hal tersebut, pemerintah mengapresiasi pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam melakukan riset manajemen guna membantu Indonesia mencapai kemandirian bahan baku obat.

“Paling utama sebagaimana diketahui untuk industri farmasi berkembang cukup pesat. Namun untuk bahan baku Indonesia masih impor. Saat ini Presiden beberapa kali di sidang kabinet menggalakkan pada setiap menteri untuk melakukan deregulasi pada indutri farmasi, di bawah menteri ekonomi agar industri farmasi lebih pesat. Dengan demikian kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor untuk mengurangi devisa dalam spending ke farmasi,” ujar Menperin.

farmasi

Selain memberikan apresiasi pada pihak swasta terkait, pemerintah juga akan memberikan beberapa kebijakan. Hal tersebut dilakukan guna merangsang investor serta memajukan industri farmasi di Indonesia. Untuk itu saat ini pemerintah sedang melakukan deregulasi guna membahas hal terkait.

Salah satu deregulasi yang akan ditetapkan oleh pemerintah adalah bagaimana memberi insentif pada investor untuk membantu investor menghasilkan bahan baku. Ini sudah dikomunikasikan dengan berbagai negara. Namun investor juga melakukan kegiatan koordinasi dengan pihak luar negeri.

"Kalau deregulasi arahnya macam macam. Bisa ke insentif, kemudaan lain, dan kompilasi untuk satu paket kebijakan,” tambah Saleh.

Untuk tahun 2016, pemerintah telah memiliki target tersendiri guna meningkatkan pertumbuhan industri farmasi di 2016. Pemerintah tetap optimis industri farmasi Indonesia bisa terus berkembang. Apalagi setelah salah satu pengusaha swasta ikut berkecimpung dalam riset and development bahan baku obat biologis, yang menurut Saleh bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku farmasi hingga mencapai 50%.

“Target 2016, pertumbuhan industri farmasi sekitar 9%. Oleh sebab itu, kami menjadikan industri farmasi jadi prioritas di Indonesia. Beberapa langkah telah dilakukan, termasuk salah satunya dari pihak swasta, yakni Kalbe yang mendirikan anak perusahaan baru untuk memproduksi bahan baku obat biologis. Nantinya ini akan mengurangi ketergantungan dengan impor bahan baku farmasi,” tandas Saleh. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)