Satgas: Kereta Pelabuhan Kelar Akhir Oktober

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Dwelling Time Agung Kuswandono mengatakan jalur kereta menuju pelabuhan ditargetkan selesai pada akhir Oktober tahun ini.

Target baru ini lebih lambat ketimbang permintaan Menteri Koordinatir Maritim dan Sumber Daya Manusia Rizal Ramli, yakni akhir September.

“Satu bulan itu agak kurang logis. Soalnya pembangunan kereta itu kan perlu ada tahap pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat. Tak mungkin cepat,” kata Agung di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu, 23 September 2015.

Kereta-Api-Pelabuhan

Dia juga mengutip perhitungan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melakukan pembangunan bahwa kereta ini baru dapat beroperasi pada Februari 2016.

Jalur KA Pelabuhan Tanjung Priok-Cikarang sudah dibangun sejak 2007. Namun Pelindo II tidak memanfaatkan jalur tersebut. Malah sebagian jalur kereta ke dalam pelabuhan dari Stasiun Pasoso ditutupi beton.

Saat ini, pembebasan lahan sudah mencapai 95 persen. PT KAI pun sudah memulai pemasangan rel kereta di jalur sepanjang Pasoso hingga Tanjung Priok ini. Pengerjaan jalur ini pun semakin sulit karena di area yang bersangkutan sudah ada jalan layang. PT KAI harus mengubah jalur pembangunan, dengan memperhitungkan tinggi jalan layang yang ada.

Selanjutnya, akan dibuat pula jalur yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Cikarang Dry Port (CDP). Meski memiliki luas tiga kali lebih besar daripada Tanjung Priok, importir enggan meletakkan barangnya di CDP lantaran belum memiliki jalur kereta. Akses masuk barang masih menggunakan truk. “Sedangkan biaya angkut dengan truk itu kan mahal, jadi importir juga malas,” katanya.

Agung tengah mempertimbangkan pemanfaatan CDP ini untuk mengurangi penumpukan di Tanjung Priok. CDP juga sudah memiliki kantor Bea-Cukai sendiri sehingga bisa mempercepat proses keluarnya barang.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)